Hibata.id – Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memantau penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Kamis, 10 September 2026.
Pemantauan dilakukan di SPBU Mongkonai dan SPBU Kotobangon untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan lancar sekaligus melihat kondisi antrean kendaraan di lapangan.
Weny Gaib didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Tasjrifin Muljana Abdul Halim, Wakapolres Kotamobagu Romel Pontoh, dan Kasdim 1303 Bolaang Mongondow Nirwan.
Menurut Weny, pemantauan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama aparat penegak hukum dan TNI-Polri mencari solusi atas persoalan penyaluran BBM yang menyangkut kebutuhan masyarakat.
“Kami Forkopimda selalu membicarakan dan mencari solusi-solusi terbaik untuk kepentingan masyarakat. Kami juga berharap masyarakat dapat bekerja sama agar penyaluran BBM berjalan dengan baik, sehingga seluruh kendaraan yang membutuhkan dapat memperoleh BBM,” kata Weny.
Ia meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar penyaluran dapat menjangkau lebih banyak pengguna kendaraan.
Barcode Sekali Sehari Diterapkan
Weny mengatakan Pemkot Kotamobagu saat ini menerapkan kebijakan penggunaan barcode satu kali sehari untuk pengisian BBM di wilayah Kota Kotamobagu.
Menurut dia, kebijakan tersebut diberlakukan untuk membantu mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.
Namun, terdapat pengecualian bagi kendaraan yang melakukan perjalanan ke luar daerah. Kendaraan yang hendak menuju Manado, misalnya, tetap dapat mengisi BBM di SPBU yang dilalui sepanjang perjalanan pada hari yang sama.
“Ada kebijakan saat ini, yakni penggunaan barcode satu kali sehari untuk pengisian BBM di Kota Kotamobagu. Namun, jika kendaraan tersebut akan melakukan perjalanan ke Manado, misalnya, maka tentu membutuhkan BBM lebih banyak,” ujar Weny.
Dengan mekanisme tersebut, kendaraan yang melakukan perjalanan jauh tetap memiliki akses untuk mendapatkan BBM tanpa harus mengandalkan satu kali pengisian di Kotamobagu.
Weny menilai kebijakan tersebut mulai memberikan dampak positif terhadap kondisi antrean di SPBU.
“Kebijakan ini sudah memberikan efek positif, karena dapat membantu mengurai antrean kendaraan yang terjadi di SPBU,” katanya.
Pengendara Tak Keberatan
Dalam pemantauan tersebut, Weny dan rombongan juga berbincang dengan sejumlah pemilik kendaraan untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap kebijakan pengisian BBM.
Menurut Weny, sebagian pengguna kendaraan yang ditemui tidak keberatan dengan penerapan barcode satu kali sehari.
“Pada kegiatan pemantauan ini, kami tadi sempat menanyakan kepada beberapa pemilik kendaraan terkait kebijakan pengisian BBM di wilayah Kota Kotamobagu, dan mereka tidak keberatan. Menurut mereka, untuk saat ini, kebijakan ini merupakan yang terbaik,” ujarnya.
Pemantauan penyaluran BBM tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Polres Kotamobagu, Kodim 1303 Bolaang Mongondow, Kejaksaan Negeri Kotamobagu, dan Pemerintah Kota Kotamobagu.
Personel TNI dan Polri juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut untuk memastikan proses penyaluran BBM dan situasi di sekitar SPBU tetap aman dan tertib.












