Kab. Gorontalo

Jadi Desa Kreatif, Luwoo Perkuat Kerajinan Lokal Menuju Pasar Ekspor

×

Jadi Desa Kreatif, Luwoo Perkuat Kerajinan Lokal Menuju Pasar Ekspor

Sebarkan artikel ini
Jadi Desa Kreatif, Luwoo Perkuat Kerajinan Lokal Menuju Pasar Ekspor/Hibata.id
Jadi Desa Kreatif, Luwoo Perkuat Kerajinan Lokal Menuju Pasar Ekspor/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Pemerintah Kabupaten Gorontalo menetapkan Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, sebagai Desa Kreatif untuk memperkuat pengembangan produk kerajinan berbahan alam sekaligus memperluas peluang pemasaran hingga pasar internasional.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong potensi ekonomi kreatif desa agar mampu memberikan nilai tambah terhadap produk lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Peluncuran Desa Kreatif Kabupaten Gorontalo itu dihadiri Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif RI Restog Krisna Kusuma dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan penetapan Desa Luwoo sebagai Desa Kreatif tidak boleh berhenti pada seremoni maupun predikat administratif.

Menurut dia, pemerintah harus memastikan potensi sumber daya yang dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Baca Juga:  Ketua PKK Gorontalo Tegaskan Peran Strategis PKK Perkuat Layanan Imunisasi di Posyandu

“Potensi lokal harus memberikan nilai tambah nyata bagi warga,” kata Sofyan.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan memperkuat pendampingan terhadap perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Luwoo.

Pendampingan akan menyasar peningkatan kualitas dan desain produk, standardisasi kemasan, pemasaran digital, akses pembiayaan, hingga pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Pemerintah daerah akan mendampingi perajin dari sisi kualitas produk, digitalisasi pemasaran, hingga perlindungan HKI agar produk Luwoo mampu bersaing di pasar nasional dan internasional,” ujar Sofyan.

Kerajinan Luwoo manfaatkan bahan alam

Desa Luwoo memiliki potensi bahan baku alam yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber usaha kerajinan.

Baca Juga:  Dari Perjuangan ke Pengabdian, Sofyan Puhi: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya

Perajin setempat mengolah rotan, pelepah enau, dan eceng gondok menjadi beragam produk bernilai ekonomi, mulai dari perabot, lampu hias hingga tas.

Pemerintah daerah melihat pengembangan desain dan peningkatan kualitas produk menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat daya saing kerajinan tersebut.

Karena itu, Pemkab Gorontalo berencana melibatkan desainer nasional dalam pengembangan produk kerajinan Luwoo. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan konsumen tanpa menghilangkan identitas budaya dan karakter produk lokal.

Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif RI Restog Krisna Kusuma menilai kerajinan yang dihasilkan masyarakat Desa Luwoo memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

Menurut dia, sejumlah produk buatan perajin setempat telah memiliki nilai estetika yang dapat menjadi modal dalam meningkatkan daya saing.

Baca Juga:  Bupati Gorontalo Tegaskan Disiplin ASN dan Prioritaskan Penanganan Sampah

“Produk-produk yang dihasilkan memiliki kualitas estetika tinggi,” kata Restog.

Penetapan Desa Luwoo sebagai Desa Kreatif selanjutnya diharapkan menjadi titik awal penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi desa di Kabupaten Gorontalo.

Selain meningkatkan kualitas produk, pengembangan tersebut diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi perajin, menciptakan peluang usaha, dan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan dukungan peningkatan desain, perlindungan HKI, digitalisasi pemasaran dan akses pembiayaan, produk kerajinan Desa Luwoo diharapkan memiliki daya saing lebih kuat di pasar nasional maupun internasional.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel