Hibata.id, Gorontalo – Kolaborasi Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) dan Gorontalo Art & Craft Festival (Harfest) 2026 mencatat transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar Rp5,6 miliar selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Nilai transaksi tersebut meningkat 70,4 persen dibandingkan pelaksanaan Harfest tahun sebelumnya.
Capaian itu menunjukkan penyelenggaraan festival budaya turut mendorong aktivitas ekonomi dan memperluas pasar produk lokal Gorontalo.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana mengatakan peningkatan transaksi berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah pengunjung dan UMKM yang terlibat.
“Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, jumlah pengunjung mencapai sekitar 13.200 orang,” kata Bambang.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 38,9 persen dibandingkan Harfest tahun sebelumnya.
Sekitar 450 UMKM juga terlibat dalam rangkaian GKK x Harfest 2026. Pelaku usaha tersebut beraktivitas di lokasi utama kegiatan maupun sejumlah kawasan lainnya, termasuk Jalan Andalas.
Menurut Bambang, aktivitas ekonomi UMKM sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan menghasilkan transaksi sekitar Rp5,6 miliar.
Business Matching Tembus Rp820 Juta
Dampak ekonomi GKK x Harfest 2026 tidak hanya berasal dari penjualan langsung. Pertemuan bisnis atau business matching juga membuka akses pasar baru bagi UMKM Gorontalo.
Business matching yang mempertemukan UMKM dengan pembeli nasional dari Jakarta dan sejumlah daerah di Pulau Jawa menghasilkan transaksi sekitar Rp820 juta.
Sementara itu, business matching pembiayaan antara UMKM dengan lembaga keuangan dan perbankan mencatat nilai sekitar Rp2,91 miliar.
Bambang mengatakan skema tersebut memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperoleh akses pembiayaan guna mengembangkan usaha.
“Ke depan kita harapkan UMKM Gorontalo akan semakin berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun di tingkat global melalui ekspor-ekspor produk unggulan dari Gorontalo,” ujarnya.
Kopi Liberica
Peluang pasar internasional juga muncul melalui business matching komoditas kopi Liberica asal Gorontalo Utara dengan calon pasar di Jepang.
Transaksi awal tercatat sebesar 5.680 dolar AS.
Bambang menilai transaksi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pasar ekspor produk unggulan Gorontalo secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan nilai penjualan, terbukanya pasar internasional diharapkan mendorong UMKM dan produsen lokal meningkatkan kualitas serta daya saing produknya.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe mengatakan nilai transaksi menjadi salah satu indikator untuk melihat dampak ekonomi dari penyelenggaraan sebuah kegiatan.
“Kami berharap semakin banyak UMKM yang terlibat, semakin banyak karya-karya yang terjual, sehingga perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif semakin besar,” kata Sultan.
Menurut dia, GKK x Harfest tidak hanya menjadi ruang pertunjukan budaya, tetapi juga mempertemukan produk lokal dengan konsumen dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Event ini bukan hanya tentang kemeriahan selama tiga hari. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah event selesai, ada manfaat yang tinggal di masyarakat, ada produk yang terjual, UMKM mendapatkan pasar, dan karya Gorontalo semakin dikenal,” ujarnya.
Dengan sekitar 13.200 pengunjung, keterlibatan 450 UMKM serta transaksi mencapai Rp5,6 miliar, GKK x Harfest 2026 memperlihatkan keterkaitan antara penyelenggaraan festival budaya, pengembangan pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi kreatif di Gorontalo.












