Hibata.id, Buton Tengah – Bupati Buton Tengah (Buteng) Azhari menegaskan pembangunan daerah perlu berjalan seimbang antara pembangunan fisik dan penguatan kehidupan keagamaan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Tabligh Akbar bertajuk “Amalan Sukses Dunia dan Akhirat” di Masjid Jami Nurul Huda, Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Minggu (27/9/2026).
Azhari mengatakan pemerintah daerah tetap perlu memberi perhatian terhadap pembangunan sarana ibadah sekaligus mendorong masyarakat menghidupkan masjid melalui salat berjamaah dan kegiatan keagamaan.
“Alhamdulillah, kita kedatangan tamu mulia Syaikh Jamil Shalih Al-Hamily yang jauh-jauh datang dari Yaman untuk berbagi ilmu. Sebagai pemerintah daerah, saya sangat menyambut baik kegiatan ini karena pembangunan daerah tidak hanya soal fisik, tetapi juga spiritual,” kata Azhari.
Tabligh Akbar tersebut menghadirkan ulama asal Yaman, Syaikh Jamil Shalih Al-Hamily, sebagai penceramah utama. Sejumlah tokoh juga hadir, antara lain anggota DPRD Buteng sekaligus Ketua Pembangunan Masjid Jami Nurul Huda La Ode Muslimin, Kepala Desa Lolibu, dan Kapolsek Lakudo.
Azhari mengatakan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah terus mendorong kegiatan keagamaan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Melalui Perubahan APBD 2026, pemerintah daerah mengalokasikan bantuan untuk perbaikan sejumlah masjid. Salah satunya Masjid Jami Nurul Huda di Desa Lolibu yang membutuhkan perbaikan kebocoran dan penyempurnaan bangunan.
Selain dukungan melalui anggaran daerah, Azhari menyatakan memberikan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta untuk membantu penyelesaian pembangunan Masjid Jami Nurul Huda.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan dukungan anggaran lanjutan pada tahun berikutnya agar fasilitas ibadah masyarakat semakin memadai.
Menurut Azhari, pembangunan masjid tidak cukup hanya menghasilkan bangunan yang megah. Masjid harus menjadi pusat ibadah sekaligus tempat masyarakat memperkuat pemahaman agama.
“Masjid yang bagus harus hidup dengan salat berjamaah dan kajian ilmu. Jangan larang anak-anak kita masuk ke masjid. Untuk anak di bawah usia 5 tahun, bawa dan dampingi mereka di samping kita. Sedangkan anak usia 7 tahun ke atas, harus terus kita dorong dan motivasi agar terbiasa memakmurkan masjid,” ujarnya.
Ia meminta para orang tua membangun kebiasaan anak untuk dekat dengan masjid sejak usia dini. Menurutnya, keterlibatan generasi muda di masjid penting untuk menjaga keberlanjutan kehidupan keagamaan di Kabupaten Buton Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Azhari juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur, khususnya akses listrik bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Talaga.
Ia mengatakan membatalkan agenda ke Jakarta untuk memastikan proses penandatanganan kerja sama dengan PLN Distribusi Makassar terkait program penerangan listrik di wilayah kepulauan tersebut.
Penandatanganan kerja sama dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/9/2026).
Azhari mengatakan akses listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Karena itu, ia memilih memastikan langsung proses kerja sama tersebut dapat berjalan sesuai agenda.
Menjelang akhir kegiatan, Azhari meminta izin kepada jamaah untuk meninggalkan lokasi lebih awal sekitar pukul 11.00 WITA.
Ia kemudian menghadiri pemakaman almarhumah ibunda Haji Kamil sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka.
Azhari berharap Tabligh Akbar dan majelis ilmu di Masjid Jami Nurul Huda tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong kegiatan keagamaan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Melalui majelis ilmu seperti ini, kita berharap nilai-nilai keagamaan semakin kuat di tengah masyarakat, sehingga keberkahan dan rahmat Allah SWT senantiasa tercurah untuk Kabupaten Buton Tengah,” katanya.












