Hibata.id, Buton Tengah – Di tengah besarnya potensi laut Buton Tengah, masih ada warga kepulauan yang menanti satu kebutuhan mendasar: yakni listrik PLN.
Kondisi itu menjadi perhatian Bupati Buton Tengah, Dr Azhari. Ia mendorong PT PLN (Persero) mempercepat pemerataan listrik, terutama ke wilayah kepulauan dan pesisir yang belum menikmati layanan secara optimal.
Pesan tersebut disampaikan Azhari saat menerima jajaran manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (UID Sulselrabar) di Ruang Rapat Kijula, Kantor Bupati Buton Tengah, Kamis (3/9/2026).
Bukan sekadar soal membuat rumah warga terang pada malam hari. Bagi Azhari, listrik juga menjadi kunci untuk menghidupkan potensi ekonomi masyarakat pesisir.
Buton Tengah memiliki kekuatan besar pada sektor kelautan, perikanan hingga rumput laut. Namun, potensi tersebut membutuhkan pasokan energi yang memadai agar dapat berkembang hingga tahap pengolahan.
Fasilitas seperti cold storage dan sarana pascapanen, misalnya, sulit beroperasi maksimal tanpa dukungan listrik yang andal.
Karena itu, Azhari secara khusus menyuarakan kebutuhan masyarakat Kecamatan Talaga Raya, terutama Pulau Talaga Besar dan Desa Kokoe.
“Wilayah kita memiliki potensi laut yang sangat melimpah. Namun, beberapa titik seperti Kecamatan Talaga Raya, khususnya Pulau Talaga Besar dan Desa Kokoe, sudah sekian lama merindukan kehadiran listrik PLN,” kata Azhari.
Menurut dia, kehadiran listrik di kawasan tersebut dapat membawa perubahan lebih luas. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, energi listrik dapat membantu masyarakat meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya dan perikanan.
“Pasokan energi yang andal di wilayah tersebut sangat krusial, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi hasil budidaya lokal,” ujarnya.
Azhari berharap pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak berhenti pada perluasan akses. Ia ingin proyek yang berjalan juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat Buton Tengah.
Salah satunya melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.
“Keterlibatan tenaga kerja lokal penting agar pembangunan infrastruktur juga memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Selain menyerap tenaga kerja, langkah ini dapat menggerakkan perekonomian di sekitar lokasi proyek,” katanya.
Pertemuan itu sekaligus menjadi ruang penyelarasan program antara Pemkab Buton Tengah dan PLN UID Sulselrabar dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Kedua pihak memandang koordinasi perlu diperkuat agar pemerataan listrik dapat menjangkau wilayah pelosok, pesisir hingga kepulauan.
Bagi Pemkab Buton Tengah, listrik bukan hanya persoalan penerangan. Energi yang memadai diharapkan menjadi penggerak baru bagi ekonomi masyarakat, khususnya sektor kelautan, perikanan dan rumput laut.
Rombongan PLN UID Sulselrabar dalam kunjungan tersebut dipimpin Senior Manager Perencanaan.
Pertemuan turut dihadiri sejumlah kepala OPD, Camat Talaga Raya, Camat Sangia Wambulu, perwakilan tokoh adat Kecamatan Sangia Wambulu, para kepala bagian Setda Buton Tengah serta jajaran manajemen PLN UID Sulselrabar.












