Gorontalo Utara, Hibata.id – Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang melalui upacara dan peringatan tahunan.
Di lingkungan rumah sakit, nilai persatuan, kegigihan, dan kepedulian justru harus hadir setiap hari melalui pelayanan kesehatan yang profesional dan penuh empati kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara, dr. Rachman Kuki, M.K.M., dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Rachman mengajak seluruh tenaga medis, tenaga kesehatan, dan jajaran manajemen rumah sakit menjadikan semangat perjuangan pemuda sebagai landasan dalam menjalankan pengabdian.
Menurut dia, nilai patriotisme, persatuan, kegigihan, dan empati harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam memberikan pelayanan yang mengutamakan keselamatan, kebutuhan, dan kenyamanan pasien.
“Setiap hari pelayanan adalah hari-hari produktif. Setiap pelayanan harus diberikan dengan paripurna dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah ini,” katanya.
Rachman menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan tidak boleh berhenti pada momentum peringatan hari besar nasional.
Seluruh jajaran rumah sakit harus menjaga kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas setiap hari.
Ia juga mendorong terbentuknya budaya kerja yang mengedepankan kerja keras dan kepedulian terhadap pasien.
Nilai-nilai tersebut, menurut dia, harus tercermin sejak pasien datang, menjalani pemeriksaan, hingga memperoleh penanganan medis.
“Saya berharap seluruh jajaran rumah sakit ini mampu melakukan pengabdian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sebagai bagian dari integritas dan komitmen tinggi dalam mewujudkan pelayanan berkualitas sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.
Rachman berharap momentum Sumpah Pemuda dapat memperkuat semangat seluruh jajaran RSUD ZUS untuk terus berbenah, meningkatkan mutu pelayanan, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik daerah tersebut.
Baginya, semangat perjuangan pemuda tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga harus hidup dalam pengabdian sehari-hari, termasuk melalui upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Gorontalo Utara.












