Hibata.id, Gorontalo – Sebanyak 37 warga mendapatkan kesempatan menjalani operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis di Rumah Sakit drg. Clara Gobel, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
Program yang melibatkan tenaga ahli bedah plastik tersebut menjadi perhatian Bupati Boalemo Rum Pagau saat meninjau langsung pelaksanaannya, Jumat (6/11/2026).
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Boalemo Sutriyani Lumula, Rum Pagau meninjau pelayanan operasi yang terselenggara melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Boalemo dengan Yayasan Sekar Lintas Nusantara.
Kedatangan bupati disambut Direktur Rumah Sakit drg. Clara Gobel dr. Roni H. Imran.
Rum Pagau mengatakan program tersebut semula menargetkan 50 peserta. Namun, berdasarkan data yang disampaikannya, sebanyak 37 orang hadir untuk mengikuti operasi.
Seluruh rangkaian tindakan medis diberikan secara gratis, baik bagi warga Boalemo maupun masyarakat dari luar daerah.
Menurut dia, kehadiran tenaga ahli bedah plastik dalam program tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang mungkin sulit dijangkau secara mandiri.
“Operasi bibir sumbing ini telah mendatangkan tenaga ahli bedah plastik. Semua ini digratiskan untuk masyarakat, baik masyarakat Boalemo maupun masyarakat luar Boalemo,” kata Rum Pagau.
Di sela kunjungan, Rum Pagau juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo yang menyalurkan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Ia menilai kontribusi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung berbagai kegiatan pemerintah daerah.
“Makanya Allah mudahkan semua urusan Pemerintah Kabupaten Boalemo,” ujarnya.
Selain memantau operasi gratis, Rum Pagau mengungkapkan rencana pembenahan fasilitas Rumah Sakit drg. Clara Gobel. Salah satu langkah yang disiapkan ialah memasang pendingin udara atau AC di seluruh ruangan rumah sakit untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan tenaga kesehatan.
Menurut dia, kenyamanan fasilitas menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Lingkungan rumah sakit yang lebih baik diharapkan membuat pasien merasa nyaman selama menjalani perawatan serta membantu dokter dan tenaga kesehatan bekerja secara optimal.
Namun, Rum Pagau menegaskan bahwa pembenahan fasilitas harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh petugas rumah sakit mengutamakan penanganan medis bagi pasien yang datang berobat tanpa menjadikan kelengkapan administrasi sebagai penghambat awal pelayanan.
Dokumen seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan kepesertaan BPJS Kesehatan, menurut dia, dapat dilengkapi setelah pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya.
“Urusan administrasi dapat dilengkapi setelah pasien mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan. Saya tidak mau mendengar lagi keluhan-keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit ini,” tegasnya.
Rum Pagau berharap Rumah Sakit drg. Clara Gobel terus meningkatkan mutu pelayanan, baik dari sisi fasilitas maupun sikap petugas dalam melayani pasien.
Ia ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang ramah, cepat, nyaman, dan profesional tanpa harus merasa kesulitan ketika membutuhkan pertolongan medis.












