Bolmut

Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Bolmut Berhembus Kencang

×

Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Bolmut Berhembus Kencang

Sebarkan artikel ini
Bupati dan Wakil Bupati Bolmut/Hibata.id
Bupati dan Wakil Bupati Bolmut/Hibata.id

Hibata.id, Bolmut – Ketidakhadiran Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Mohammad Aditya Pontoh, dalam dua agenda pelantikan pejabat manajerial dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmut mulai menjadi perhatian masyarakat.

Dua agenda pelantikan yang digelar dalam beberapa waktu terakhir diketahui hanya dipimpin langsung oleh Bupati Bolmut, Sirajudin Lasena, tanpa kehadiran Wakil Bupati.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait hubungan kedua pimpinan daerah itu.

Sejumlah warga menilai ketidakhadiran Wakil Bupati dalam agenda pemerintahan penting tersebut memicu beragam spekulasi di tengah publik.

“Sudah dua kali pelantikan Wabup tidak hadir. Masyarakat tentu bertanya-tanya ada apa sebenarnya,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, belum lama ini.

Baca Juga:  Harapan Hidup Lebih Layak Terwujud, 537 Rumah Baru untuk Warga Bolmut

Pengamat pemerintahan daerah menilai komunikasi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan serta pelayanan publik kepada masyarakat.

“Kalaupun isu ini benar, saya berharap tidak mengganggu jalannya pemerintahan, terutama dalam pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Ersyad, Kamis (7/5/2026).

Sementara itu, Wakil Bupati Bolmut Mohammad Aditya Pontoh membantah isu hubungan yang disebut tidak harmonis dengan Bupati Sirajudin Lasena.

Baca Juga:  Camat Bintauna Resmi Berganti, Arif Djahala Siap Tancap Gas Lanjutkan Pelayanan

Menurut dia, hubungan keduanya hingga saat ini tetap berjalan baik dan fokus menjalankan roda pemerintahan untuk kepentingan masyarakat.

“Sebagai Wakil Bupati, salah satu tugas saya adalah membantu tugas-tugas Bupati,” ujar Mohammad Aditya Pontoh saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (8/5/2026).

Adit, sapaan akrabnya, menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda pemerintahan disebabkan adanya tugas luar daerah yang harus dihadiri dalam waktu bersamaan.

Meski demikian, dirinya mengaku tidak dapat membatasi berbagai penilaian dan pembahasan masyarakat terkait dinamika pemerintahan daerah.

“Terkait isu-isu yang beredar, saya juga tidak bisa melarang karena itu hak masyarakat untuk menilai dan berbincang tentang pemerintahan,” katanya.

Baca Juga:  Rawat Jalan Ramai, Ambulans Sepi: Cerita RSUD Bolmut Layani 12 Ribu Pasien

Ia menambahkan kritik dan masukan dari masyarakat dapat menjadi motivasi bagi dirinya bersama Bupati untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan daerah.

“Apalagi kritik dan saran bisa menjadi motivasi bagi Pak Bupati dan saya agar lebih semangat bekerja untuk daerah dan masyarakat Bolmut,” tambahnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp oleh awak media.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel