Hibata.id, Bone Bolango – Kementerian Pertanian Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap capaian produktivitas padi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, yang mencapai 6 hingga 12 ton per hektare atau berada di atas rata-rata nasional.
Pencapaian tersebut dinilai menjadi indikator keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Apresiasi itu disampaikan dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi bersama Kelompok Tani Ohilawa di Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Senin.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bone Bolango Ismet Mile, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian, serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti.
Bupati Bone Bolango Ismet Mile mengatakan sektor pertanian masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat sehingga dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas petani.
“Kehadiran pejabat Kementerian Pertanian yang turun langsung bersama petani menanam padi menjadi energi positif sekaligus motivasi bagi petani di daerah ini,” kata Ismet Mile.
Ia menjelaskan berbagai program bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian, mulai dari benih unggul padi dan jagung hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan pompa air, telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil produksi pertanian.
Menurut Ismet, dukungan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pertanian daerah.
“Jika hasil pertanian meningkat, maka manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Pendapatan petani bertambah dan ketahanan pangan daerah menjadi semakin kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian mengungkapkan target swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia berhasil dicapai lebih cepat dari target awal.
“Saat Presiden dilantik, target swasembada pangan ditetapkan dalam waktu empat tahun. Namun dalam waktu sekitar satu tahun, target tersebut sudah dapat dicapai. Ini menjadi capaian besar yang harus terus dipertahankan,” katanya.
Sam juga mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) serta menyampaikan kebutuhan sektor pertanian yang masih diperlukan agar dapat ditindaklanjuti melalui program Kementerian Pertanian.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti memberikan apresiasi atas perkembangan sektor pertanian di Bone Bolango yang menunjukkan tren positif.
Ia menyebut Kabupaten Bone Bolango berhasil mencatat capaian Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 99 persen dengan indeks pertanaman mencapai 250.
Selain itu, produktivitas padi yang berada pada kisaran 6 hingga 12 ton per hektare dinilai menjadi salah satu capaian terbaik karena melampaui rata-rata nasional.
“Ini merupakan prestasi yang sangat baik. Indeks pertanaman sudah mencapai 250, capaian LTT mencapai 99 persen, dan produktivitas padi berada di atas rata-rata nasional. Mudah-mudahan capaian ini terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Idha.
Pemerintah berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produksi pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.













