Kriminal

Polres Pohuwato Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Rudapaksa dan Pencabulan

×

Polres Pohuwato Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Rudapaksa dan Pencabulan

Sebarkan artikel ini
Polres Pohuwato menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan di Kecamatan Marisa. Satu tersangka ditahan, sementara satu ABH diproses sesuai UU SPPA/Hibata.id
Polres Pohuwato menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan di Kecamatan Marisa. Satu tersangka ditahan, sementara satu ABH diproses sesuai UU SPPA/Hibata.id

Hibata.id, Pohuwato – Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pohuwato bergerak cepat menangani laporan dugaan pemerkosaan dan pencabulan di Kecamatan Marisa.

Dari hasil penyidikan, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, dengan satu di antaranya langsung menjalani penahanan.

Kasat Reskrim Polres Pohuwato IPTU Renly H. Turangan, SH, mengatakan dua tersangka tersebut berinisial KA (20) dan ARB yang masih berstatus Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH).

Baca Juga:  Anggota Polres Bone Bolango Akhirnya Ditahan Usai Lakukan Persetubuhan

Menurut Renly, tersangka KA telah ditahan sejak Senin (3/8) untuk kepentingan penyidikan.

Sementara itu, ARB diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Satu tersangka telah dilakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan, sedangkan terhadap ABH proses penanganannya dilakukan sesuai ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak,” kata Renly, Selasa (4/8).

Baca Juga:  Kabur ke Palu, 2 Tersangka Kasus 400 Karung Batu Hitam Diringkus

Kasus tersebut bermula dari laporan polisi yang diterima pada 3 Agustus 2026 terkait dugaan tindak pidana pemerkosaan dan pencabulan di salah satu desa di Kecamatan Marisa.

Penyidik kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan. Berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Baca Juga:  3 Penambang Ilegal Pohuwato Jadi Tersangka, Lalu Bagaimana dengan Balayo?

Saat ini, tersangka KA menjalani penahanan selama 20 hari untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi menegaskan penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.