Hibata.id, Bone Bolango – Suasana haru dan bangga menyatu saat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII tingkat Kabupaten Bone Bolango resmi ditutup pada Kamis (23/4/2026) di Masjid Al-Haq.
Ribuan pasang mata menyaksikan momen penentuan, ketika nama-nama terbaik akhirnya diumumkan.
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, menegaskan ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi panggung lahirnya generasi Qurani unggulan yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian MTQ ke-XII berjalan lancar. Dari sini lahir peserta terbaik yang akan membawa nama Bone Bolango ke tingkat provinsi, bahkan kami optimistis bisa melangkah hingga nasional,” kata Iwan.
Ia juga menyampaikan pesan khusus dari Bupati Bone Bolango yang memberikan apresiasi kepada seluruh kafilah.
Menurutnya, setiap peserta telah menunjukkan dedikasi tinggi, baik yang meraih juara maupun yang masih harus berproses.
“Bupati menyampaikan selamat kepada para juara. Bagi yang belum berhasil, jangan berhenti. Ini bagian dari perjalanan untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Sorotan utama penutupan malam itu tertuju pada pengumuman juara umum. Kecamatan Tilongkabila, Tapa, dan Suwawa tampil dominan dan berhasil mengukir prestasi membanggakan.
“Selamat kepada para pemenang. Ini bukan hanya kemenangan kecamatan, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Bone Bolango,” kata Iwan.
Tak hanya trofi dan penghargaan, pemerintah daerah juga menyiapkan kejutan istimewa.
Peserta yang meraih juara pertama akan mendapatkan beasiswa melalui program Bone Bolango Cerdas sebagai bekal menghadapi MTQ tingkat provinsi.
“Ini bentuk komitmen kami. Kami ingin para juara tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berkembang dan siap bersaing di level berikutnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Pemkab Bone Bolango memastikan dukungan berkelanjutan bagi kafilah yang mampu berprestasi di tingkat provinsi. Targetnya jelas—membawa nama daerah bersinar di panggung nasional.
Penutupan MTQ XII ini tidak hanya menandai berakhirnya kompetisi, tetapi juga membuka harapan baru.
Dari Bone Bolango, generasi Qurani mulai melangkah—siap mengukir prestasi, membawa nama daerah, dan mencuri perhatian di tingkat yang lebih tinggi.












