Hibata.id, Buton Tengah – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, mengukuhkan pengurus TP PKK Kecamatan Sangia Wambulu masa bakti 2026–2031 di Aula Kantor Kecamatan Sangia Wambulu, Senin (20/7/2026).
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menguatkan komitmen kader PKK dalam mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga, termasuk percepatan penurunan stunting.
Pengukuhan dihadiri Staf Ahli TP PKK Kabupaten Buton Tengah Ny. Kartini Adam Basan, istri Sekretaris Daerah Ny. Dewi Ratna Abdullah, S.Pd., Camat Sangia Wambulu beserta jajaran, unsur Forkopimca, para lurah dan kepala desa, serta pengurus PKK tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Umi Noranah mengatakan pengurus yang baru dilantik memiliki tanggung jawab menjalankan 10 Program Pokok PKK secara nyata agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga tingkat keluarga.
Ia menilai penurunan stunting masih menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh kader PKK.
Menurut dia, kader memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama mengenai pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemantauan tumbuh kembang balita melalui Posyandu, serta pentingnya pemenuhan gizi pada masa Seribu Hari Pertama Kehidupan.
“Kader PKK harus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra yang memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga. Dengan begitu, upaya mencegah stunting dapat berjalan lebih optimal,” kata Umi Noranah.
Selain mendukung program kesehatan, ia juga mendorong kader mengembangkan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Menurut dia, berbagai komoditas lokal seperti ubi kayu, jagung, sukun, pisang, kelapa, dan hasil laut memiliki potensi untuk diolah menjadi produk pangan bergizi yang bernilai ekonomi.
Umi Noranah juga mengajak seluruh kader terus mengampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing.
Upaya tersebut, katanya, perlu didukung melalui kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, serta organisasi perempuan lainnya agar program yang dijalankan lebih efektif.
Di akhir sambutannya, ia mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
“Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan dan mengabdikan diri melalui gerakan PKK untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.












