Hibata.id, Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pembangunan.
Hal itu disampaikan Sofyan saat membuka Semarak Milad Aisyiyah ke-109 tingkat Provinsi Gorontalo di halaman Masjid Al-Muttaqin, Desa Ilohungayo, Kecamatan Batudaa, Sabtu (25/05/2026).
Menurut Sofyan, Aisyiyah telah membuktikan peran nyata sebagai organisasi yang konsisten mendukung pembangunan sosial selama lebih dari satu abad, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), ketahanan keluarga, hingga kehidupan sosial masyarakat.
“‘Aisyiyah telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah. Perempuan memiliki posisi sentral dalam menjaga ketahanan sosial,” kata Sofyan.
Ia menjelaskan organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut tidak hanya bergerak di bidang dakwah keagamaan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan keluarga.
Menurut dia, peran tersebut sangat penting karena pembangunan daerah membutuhkan sinergi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sofyan juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang digelar dalam rangkaian Milad Aisyiyah ke-109, seperti bazar UMKM perempuan dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat karena tidak hanya mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat karena pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Gorontalo Nikma Paneo mengatakan Milad Aisyiyah tahun ini mengangkat tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.”
Menurut Nikma, tema tersebut menjadi penegasan komitmen Aisyiyah untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui gerakan kemanusiaan yang mencakup pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan penguatan sosial.
Ia menambahkan, momentum Milad Aisyiyah juga menjadi ruang mempererat kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.













