Hibata.id, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memanfaatkan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui Pasar Rakyat yang melibatkan 42 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Kantor Bupati Gorontalo itu diharapkan mampu mendongkrak penjualan produk lokal seiring kehadiran sekitar 15 ribu peserta PENAS XVII dari berbagai daerah di Indonesia.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan Pasar Rakyat menjadi salah satu program strategis yang sengaja dihadirkan agar manfaat ekonomi dari kegiatan nasional tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Pelaksanaan PENAS bukan hanya tentang pertanian dan perikanan. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM,” kata Sofyan saat membuka Pasar Rakyat didampingi Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus dan Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, Sabtu.
Pasar Rakyat menghadirkan puluhan stan yang menampilkan beragam produk unggulan Gorontalo, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga berbagai produk ekonomi kreatif yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Menurut Sofyan, keberadaan ribuan peserta PENAS XVII menjadi kesempatan besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan transaksi selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga menggandeng Tim Kreator UMKM Gorontalo untuk memperkuat promosi dan pemasaran digital produk-produk lokal agar mampu menjangkau konsumen di luar daerah.
Ia menilai Pasar Rakyat merupakan instrumen penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan karena menghadirkan ruang transaksi, promosi, dan interaksi langsung antara pelaku usaha dengan masyarakat maupun peserta PENAS.
“Tanpa Pasar Rakyat, dampak ekonomi dari PENAS tidak akan terasa maksimal. Karena itu kami menghadirkan ruang ekonomi yang hidup, ruang promosi bagi UMKM, sekaligus wadah pertemuan antara pelaku usaha dan konsumen,” ujarnya.
Selain melibatkan UMKM, kegiatan tersebut turut mendapat dukungan sektor swasta. PT Hasrat Abadi bersama Yamaha ikut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai produk dan layanan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk mengukur dampak ekonomi kegiatan, Pemkab Gorontalo meminta seluruh transaksi selama pelaksanaan Pasar Rakyat dicatat dan dipublikasikan setiap hari. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus sarana promosi bagi pelaku usaha lokal.
“Itu menjadi indikator bahwa ekonomi rakyat bergerak. Data transaksi harus dipublikasikan sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku UMKM yang telah berpartisipasi dan terus mengembangkan usahanya,” kata Sofyan.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap Pasar Rakyat PENAS XVII 2026 tidak hanya meningkatkan omzet pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memperluas jaringan pemasaran produk lokal sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.












