Kota Gorontalo

APBD 2027 Tembus Rp1 Triliun, Pemkot Gorontalo Bidik PAD Rp450 Miliar

×

APBD 2027 Tembus Rp1 Triliun, Pemkot Gorontalo Bidik PAD Rp450 Miliar

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea usai memaparkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin (20/7/2026). (Foto: Humas)
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea usai memaparkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin (20/7/2026). (Foto: Humas)

Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 mencapai Rp1,035 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah membidik Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp450 miliar sebagai langkah memperkuat kemandirian fiskal.

Target tersebut disampaikan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat memaparkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin (20/7/2026).

Menurut Adhan, peningkatan kapasitas fiskal menjadi salah satu agenda penting Pemerintah Kota Gorontalo ke depan. Hal itu dilakukan karena struktur pendapatan daerah saat ini masih cukup bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

“Secara umum, kapasitas fiskal Kota Gorontalo tergolong sedang dan masih sangat bergantung pada dana transfer pemerintah pusat. Hal ini terlihat dari struktur pendapatan daerah yang masih didominasi pendapatan transfer, sementara PAD meskipun terus meningkat, kontribusinya belum dominan,” ujar Adhan.

Baca Juga:  Genangan Tak Kunjung Surut, Adhan Dambea Turun Tangan: "Keruk Sekarang!"

Dalam rancangan KUA-PPAS 2027, komposisi pendapatan daerah terdiri atas PAD sebesar Rp450.006.878.762, pendapatan transfer sebesar Rp585.440.187.243, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp16.073.402.162.

Pemerintah Kota Gorontalo menilai peningkatan PAD menjadi langkah strategis untuk memperluas ruang fiskal daerah. Dengan pendapatan yang lebih kuat, pemerintah memiliki keleluasaan lebih besar dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Adhan mengatakan, strategi peningkatan pendapatan akan dilakukan melalui pengelolaan yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi.

“Arah kebijakan pendapatan Tahun 2027 diarahkan pada peningkatan kapasitas fiskal daerah yang berkelanjutan, adaptif, modern, dan akuntabel. Pendapatan daerah akan semakin berbasis digital, proaktif dalam pengawasan, ekspansif dalam penetapan objek pajak, serta tegas dalam penegakan hukum pajak,” katanya.

Baca Juga:  Razia Pekat, Satpol PP Kota Gorontalo Amankan Puluhan Botol Miras dan Tiga Waria

Menurut dia, peningkatan PAD tidak semata-mata mengejar kenaikan angka penerimaan, tetapi juga membangun sistem perpajakan daerah yang lebih mudah diakses masyarakat.

Pemerintah Kota Gorontalo akan mengoptimalkan sejumlah sektor potensial, seperti pajak restoran, hotel, reklame, parkir, serta pemanfaatan aset daerah. Digitalisasi sistem perpajakan dan penguatan pengawasan lapangan juga disiapkan untuk mencegah kebocoran pendapatan.

Meski target PAD meningkat, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan berupa tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pusat yang mencapai sekitar Rp585,4 miliar atau lebih dari separuh total pendapatan daerah.

Karena itu, penguatan ekonomi daerah menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 berada pada kisaran 5,8 hingga 5,9 persen melalui pengembangan pusat-pusat ekonomi baru dan penguatan aktivitas usaha masyarakat.

Baca Juga:  Meski Inflasi Terendah Pertama Nasional, Pemkot Gorontalo Tetap Akan Gelar Pangan Murah  

Adhan optimistis pertumbuhan ekonomi yang lebih baik akan memberikan dampak terhadap peningkatan penerimaan daerah sekaligus memperkuat kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan.

“Kita ingin Kota Gorontalo memiliki kemampuan fiskal yang semakin kuat. Semakin besar PAD yang kita miliki, semakin besar pula ruang gerak pemerintah dalam menghadirkan pembangunan dan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar Adhan.

Dengan target APBD lebih dari Rp1 triliun dan PAD sebesar Rp450 miliar, Pemerintah Kota Gorontalo berharap 2027 menjadi momentum penting menuju kemandirian fiskal dan percepatan pembangunan daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel