Kota Gorontalo

Omzet Street Food Jilid II Kota Gorontalo Tembus Rp1 Miliar

×

Omzet Street Food Jilid II Kota Gorontalo Tembus Rp1 Miliar

Sebarkan artikel ini
Kondisi Street Food Jilid II di awasan Jalan Raden Saleh, Kota Gorontalo. (Foto: Humas)
Kondisi Street Food Jilid II di awasan Jalan Raden Saleh, Kota Gorontalo. (Foto: Humas)

Hibata.id – Perputaran ekonomi di kawasan Jalan Raden Saleh, Kota Gorontalo, terus menunjukkan geliat. Selama pelaksanaan Street Food Jilid II yang berlangsung sejak 6 hingga 27 Juni 2026, omzet para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus Rp1.011.786.752.

Angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo berdasarkan laporan transaksi selama kegiatan berlangsung.

Scroll untuk baca berita

“Kami mengumpulkan data riil dari para pedagang. Hingga penutupan Street Food Jilid II, pendapatan pelaku UMKM sudah menembus Rp1 miliar,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga:  Seluruh OPD Kota Gorontalo Diminta Siapkan LPJ Keuangan Tahun 2023, Ada Apa?

Capaian itu mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi yang berlangsung setiap malam di sepanjang kawasan Jalan Raden Saleh, mulai dari SMP Negeri 7 Kota Gorontalo hingga Rumah Adat Dulohupa. Program yang digagas Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, tersebut kini berkembang menjadi salah satu pusat pergerakan ekonomi masyarakat.

Data pemerintah mencatat sebanyak 297 UMKM mendaftarkan diri mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 282 pelaku usaha aktif berjualan, sedangkan 71 UMKM secara rutin menyampaikan laporan penjualan yang menjadi dasar pencatatan transaksi.

Baca Juga:  Terima Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, Wawali Gorontalo Tekankan Profesionalisme

Perputaran uang tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Pada malam pembukaan, nilai transaksi tercatat sebesar Rp222.320.352. Seiring meningkatnya jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan setiap malam, akumulasi omzet terus bertambah hingga melampaui angka Rp1 miliar.

Keramaian pengunjung menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan pendapatan pedagang. Beragam produk kuliner, minuman, dan jajanan tradisional menjadi daya tarik yang membuat kawasan itu dipadati masyarakat selama penyelenggaraan Street Food Jilid II.

Menariknya, seluruh transaksi tersebut tercipta tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Lebih dari Rp1 miliar berputar melalui transaksi langsung antara masyarakat dan pelaku UMKM, sehingga kegiatan ini dinilai memberi dampak ekonomi yang nyata bagi usaha kecil di Kota Gorontalo.

Baca Juga:  Marten Taha Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok jelang Idulfitri Aman

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa penyediaan ruang usaha yang dibarengi tingginya partisipasi masyarakat mampu menggerakkan roda perekonomian lokal. Dalam waktu kurang dari sebulan, kawasan Jalan Raden Saleh menjelma menjadi salah satu denyut ekonomi malam baru di Kota Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel