Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo mulai memperkuat transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi. Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu tingkat Kota Gorontalo di Grand Q Hotel, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, yang hadir mewakili Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Bimtek diikuti pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, narasumber, serta peserta dari berbagai unsur terkait.
Dalam sambutannya, Ismail menegaskan bahwa Posyandu kini memiliki peran yang jauh lebih luas setelah terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024.
Menurutnya, Posyandu tidak lagi hanya berfungsi sebagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), tetapi telah menjadi bagian dari kelembagaan kelurahan dan mitra resmi pemerintah dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Pengurus dan kader Posyandu memiliki tugas membantu lurah dalam pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan pelayanan berdasarkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal,” ujar Ismail.
Enam bidang pelayanan tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Ismail menjelaskan, transformasi Posyandu juga membawa perubahan dalam pola pelayanan. Jika sebelumnya layanan lebih berfokus pada kesehatan ibu dan anak, kini Posyandu diarahkan menjadi pusat layanan terpadu yang menjangkau seluruh siklus kehidupan masyarakat.
“Pelayanan Posyandu harus mampu menjangkau ibu hamil, bayi, anak-anak, remaja, hingga lansia. Semua kelompok usia harus memperoleh pelayanan yang saling terhubung dan berkesinambungan,” katanya.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo menekankan pentingnya kesiapan sarana dan sumber daya manusia di setiap Posyandu. Setiap Posyandu diharapkan memiliki tempat pelayanan permanen dan sedikitnya lima kader yang telah mendapatkan pelatihan.
Selain itu, para kader diharapkan menguasai 25 keterampilan dasar Posyandu serta aktif melakukan kunjungan rumah guna memastikan pelayanan dasar benar-benar menjangkau masyarakat.
Melalui Bimtek Pokjanal Posyandu ini, Pemerintah Kota Gorontalo berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat sehingga implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dapat berjalan lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, dengan pembacaan basmalah.













