Kota Gorontalo

Strategi Adhan Dambea Bidik Ekonomi Kota Gorontalo Tumbuh 5,9 Persen Tahun Depan

×

Strategi Adhan Dambea Bidik Ekonomi Kota Gorontalo Tumbuh 5,9 Persen Tahun Depan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat menghaidir Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin (20/7/2026). (Foto: Humas)
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat menghaidir Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin (20/7/2026). (Foto: Humas)

Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 hingga 5,9 persen pada 2027. Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah daerah menyiapkan strategi penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis transformasi digital.

Target tersebut disampaikan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat memaparkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin (20/7/2026).

Menurut Adhan, arah pembangunan Kota Gorontalo tahun depan akan difokuskan pada penciptaan pusat ekonomi baru yang tersebar di berbagai kawasan kota. Strategi itu dirancang untuk menjawab keterbatasan sumber daya fisik sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.

“Tema pembangunan ini difokuskan pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di berbagai kawasan kota, dengan tujuan meningkatkan produktivitas ekonomi melalui penguatan UMKM, wirausaha, koperasi, serta pemanfaatan teknologi digital,” ujar Adhan.

Baca Juga:  Ismail Majid Puji SMP 8 Kota Gorontalo, Soal Apa?

Ia mengatakan UMKM akan menjadi salah satu fondasi utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor tersebut dinilai memiliki peran besar dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya tahan ekonomi lokal.

Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM dan kewirausahaan masuk dalam tujuh prioritas pembangunan Kota Gorontalo Tahun 2027. Pemerintah daerah akan mendorong pelaku usaha melalui perluasan akses pembiayaan, pendampingan, peningkatan kapasitas, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Kebijakan tersebut sejalan dengan tren ekonomi Kota Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo pada 2025 tercatat sebesar 5,74 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang berada pada angka 4,36 persen.

Baca Juga:  Aspiratif, Adhan Dambea Turunkan Pajak Usaha Walet 7,5 Persen

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator sosial juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kemiskinan turun dari 5,74 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025. Sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 3,79 persen.

Adhan menegaskan, pemerintah daerah akan memastikan kebijakan anggaran diarahkan berdasarkan kebutuhan prioritas dan dikelola secara efektif serta efisien.

“Pemerintah Kota Gorontalo tetap berharap pertumbuhan makro ekonomi daerah tetap stabil. Rencana penggunaan dana pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan harus dialokasikan berdasarkan analisis prioritas kebutuhan daerah,” kata Adhan.

Selain memperkuat sektor UMKM, Pemerintah Kota Gorontalo juga akan mengintegrasikan transformasi digital dalam berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik hingga pengelolaan perpajakan.

Menurut Adhan, hadirnya pusat-pusat ekonomi baru akan menciptakan efek berantai bagi daerah. Pertumbuhan investasi, peningkatan kesempatan kerja, hingga kenaikan daya beli masyarakat menjadi dampak yang diharapkan dari kebijakan tersebut.

Baca Juga:  TPP Tak Lagi Otomatis: Adhan Dambea “Gertak” ASN Kota Gorontalo

“Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi yang dicapai benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja bertambah, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut naik,” ujarnya.

Selain target pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kota Gorontalo juga menetapkan sejumlah indikator pembangunan 2027. Inflasi ditargetkan berada pada angka 2,1 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,74 persen, angka kemiskinan 5,22 persen, rasio gini 0,393, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 80,45.

Dengan menjadikan UMKM sebagai motor ekonomi dan transformasi digital sebagai fondasi pembangunan, Pemerintah Kota Gorontalo optimistis 2027 akan menjadi momentum munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru yang memperkuat kemandirian serta daya saing daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel