Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menggelar Street Food Jilid III sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperluas ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berbeda dari dua penyelenggaraan sebelumnya, Street Food Jilid III akan dipusatkan di kawasan Kampung Cina, tepatnya di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, meninjau langsung lokasi kegiatan pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan berbagai kebutuhan pendukung mulai dipersiapkan agar kegiatan mampu menarik minat masyarakat dan wisatawan lokal.
Pelaksanaan Street Food Jilid III dijadwalkan mulai Sabtu malam, 20 Juni 2026. Kegiatan pembukaan akan dimeriahkan dengan atraksi Barongsai yang menjadi bagian dari konsep tematik kawasan.
Mengusung nuansa khas Tionghoa, sepanjang area kegiatan akan dihiasi lampion merah untuk menghadirkan suasana yang identik dengan kawasan pecinan. Konsep tersebut dipilih untuk memperkuat identitas Kampung Cina sebagai lokasi penyelenggaraan sekaligus menambah daya tarik bagi pengunjung.
Sejumlah pelaku UMKM dari komunitas Tionghoa juga akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka diharapkan memperkaya ragam kuliner yang ditawarkan sekaligus memperkuat karakter budaya yang diusung dalam Street Food Jilid III.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UMKM telah menyiapkan penataan khusus bagi para pelaku usaha. Langkah itu dilakukan agar kawasan Street Food tampil lebih tertib, nyaman, dan menarik.
Adhan menjelaskan, program Street Food merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
“Kami di daerah dituntut untuk mencari strategi agar meningkatkan ekonomi daerah, karena biaya transfer daerah dipangkas,” kata Adhan.
Menurut dia, program tersebut telah memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Pada penyelenggaraan Street Food Jilid I, total transaksi UMKM mencapai Rp432 juta. Angka itu meningkat pada Street Food Jilid II dengan nilai transaksi sekitar Rp736 juta.
Melihat tren tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo optimistis Street Food Jilid III akan menghasilkan perputaran ekonomi yang lebih besar. Selain menjadi pusat kuliner, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana promosi bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.













