Kota Gorontalo

Wawali Gorontalo: Pendidikan Harus Bentuk Karakter, Bukan Sekadar Kejar Nilai Akademik

×

Wawali Gorontalo: Pendidikan Harus Bentuk Karakter, Bukan Sekadar Kejar Nilai Akademik

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, saat membuka Konferensi Kerja Kota (Konkerkot) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Gorontalo Tahun 2026 di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: Humas)
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, saat membuka Konferensi Kerja Kota (Konkerkot) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Gorontalo Tahun 2026 di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: Humas)

Hibata.id – Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, mengajak para guru untuk mengembalikan hakikat pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya, bukan semata-mata mengejar capaian akademik.

Menurut dia, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari nilai ujian atau prestasi di atas kertas, melainkan dari lahirnya generasi yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki integritas.

Scroll untuk baca berita

Hal itu disampaikan Indra saat membuka Konferensi Kerja Kota (Konkerkot) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Gorontalo Tahun 2026 di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menilai, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Sekolah tidak hanya dituntut meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial.

Baca Juga:  Adhan Dambea Gerah Aset Daerah Diklaim Pihak Lain: “Kita Butuh Pengamanan, Bukan Asumsi”

“Percuma anak-anak kita pintar berhitung, menguasai teknologi, tetapi kehilangan kompas moralnya. Karakter adalah pondasi utama yang menentukan masa depan mereka,” ujar Indra dalam sambutannya.

Indra menegaskan, kecerdasan intelektual tidak akan bermakna apabila tidak diiringi dengan moral, etika, dan nilai-nilai keimanan yang kuat. Karena itu, pembentukan karakter menurutnya harus menjadi budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten dalam keseharian.

Ia menyebut sejumlah langkah sederhana namun penting, seperti membangun disiplin, membiasakan hidup bersih, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, hingga menanamkan kemandirian pada peserta didik.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah pemanfaatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sarana pendidikan karakter, di mana siswa dilatih bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kemandirian. Selain itu, kebiasaan memilah sampah juga dinilai sebagai bagian dari pendidikan kepedulian lingkungan.

Baca Juga:  Remaja Masjid di Kota Gorontalo Diberikan Pelatihan Dasar Berorganisasi

Meski demikian, Indra mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak dapat hanya dibebankan kepada guru. Peran keluarga, kata dia, memiliki posisi yang sama pentingnya agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah tetap terjaga di rumah.

Ia pun mendorong Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bersama Pemerintah Kota Gorontalo untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan program pembinaan karakter yang menyentuh seluruh satuan pendidikan.

Menurutnya, organisasi profesi guru harus mampu menjadi motor penggerak inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.

Baca Juga:  Dugaan Intervensi Oknum Perwira TNI dalam Kasus Mie Gacoan, Adhan Dambea Surati Presiden

Mengakhiri sambutannya, Indra berharap forum Konkerkot tersebut dapat menghasilkan rekomendasi dan program strategis untuk meningkatkan profesionalisme guru serta memperkuat mutu pendidikan di Kota Gorontalo dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Maju.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua I PGRI Provinsi Gorontalo Bobby Agari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Ketua PGRI Kota Gorontalo Dr. H. Romy Baruwadi, jajaran pengurus PGRI tingkat kecamatan, serta para kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kota Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel