Daerah

Lebih Murah dari Pasar, Gerakan Pangan Murah Tulungagung Jadi Buruan Warga

×

Lebih Murah dari Pasar, Gerakan Pangan Murah Tulungagung Jadi Buruan Warga

Sebarkan artikel ini
Warga mengantre untuk membeli kebutuhan pokok pada Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026 di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Kamis (6/8/2026). Program tersebut digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah/Hibata.id
Warga mengantre untuk membeli kebutuhan pokok pada Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026 di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Kamis (6/8/2026). Program tersebut digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah/Hibata.id

Hibata.id, Tulungagung Hari pertama pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026 di Kabupaten Tulungagung dipadati masyarakat yang berburu kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Antusiasme warga terlihat sejak Kamis (6/8/2026) pagi di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 tersebut merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya masih aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan kebutuhan pokok.

“Kami memastikan pasokan pangan di Kabupaten Tulungagung tetap tersedia. Pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan agar harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” kata Ahmad Baharudin saat membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026 di Tulungagung.

Baca Juga:  DPRD Buton Tengah Tetapkan Dr Azhari dan Adam Basan Bupati dan Wakil Bupati

Ia mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat berbagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan.

Salah satunya melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah yang menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, sayuran, hingga buah-buahan menjadi produk yang paling banyak diminati pengunjung.

Sejumlah warga bahkan mengantre sejak pagi untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih hemat.

Baca Juga:  Berikut Aturan yang Disepakati DPRD Buteng Soal Penjaringan Kepala Kampung

Selain menyediakan sembako murah, kegiatan yang mengusung tema “Pangan Berkualitas, Pangan Terjangkau, Petani Bahagia, Masyarakat Bahagia” juga menjadi sarana promosi produk unggulan daerah.

Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok tani, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) memasarkan hasil pertanian, produk olahan pangan, dan berbagai komoditas lokal secara langsung kepada masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Sony Weli Ahmadi mengatakan sebanyak 43 stan berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026.

“Peserta berasal dari OPD, kelompok tani, Gapoktan, pelaku UMKM hingga mitra usaha sektor pangan. Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami ingin menjaga stabilitas pasokan dan harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Sony.

Baca Juga:  Pelantikan Ketua TP-PKK Buton Tengah: Komitmen Baru untuk Kesejahteraan Keluarga

Tingginya jumlah pengunjung pada hari pertama menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap program tersebut.

Hampir seluruh stan dipadati pembeli yang memanfaatkan kesempatan memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Pembukaan Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026 ditandai dengan pemotongan pita oleh Yuyun A.B. bersama Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.

Acara itu turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, kelompok tani, serta ratusan masyarakat.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel