Hibata.id, Gorontalo – Cahaya terang yang melintas di langit disertai suara dentuman keras mengejutkan warga di sejumlah wilayah Gorontalo, Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Rekaman fenomena tersebut kemudian beredar di media sosial. Sejumlah warga menduga cahaya dan dentuman itu berasal dari meteor yang memasuki atmosfer Bumi.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan penyebab fenomena tersebut. Dugaan meteor karena itu masih membutuhkan konfirmasi dan analisis lebih lanjut.
Lantas, apa sebenarnya meteor dan mengapa bisa menimbulkan cahaya hingga dentuman?
Meteor Bukan Bintang Jatuh
Meteor sebenarnya bukan bintang yang jatuh dari langit. Benda kecil yang bergerak di ruang angkasa disebut meteoroid. Ketika memasuki atmosfer Bumi dan menghasilkan cahaya, fenomenanya disebut meteor.
Jika sebagian materialnya tidak habis dan mencapai permukaan Bumi, benda tersebut disebut meteorit.
Kenapa Meteor Bercahaya?
Meteoroid dapat memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi, bahkan mencapai puluhan kilometer per detik.
Saat melaju, benda tersebut berinteraksi dengan atmosfer. Udara di depannya terkompresi dan menjadi sangat panas, sementara permukaan benda mengalami pengikisan atau ablasi.
Proses itulah yang menghasilkan jejak cahaya terang di langit. Meteor yang sangat terang biasanya disebut fireball atau bola api.
Kenapa Bisa Terdengar Dentuman?
Benda antariksa yang melaju lebih cepat dari kecepatan suara dapat menciptakan gelombang kejut di atmosfer.
Jika gelombang itu mencapai permukaan, masyarakat dapat mendengarnya sebagai suara dentuman.
Namun, cahaya terang dan dentuman tidak otomatis membuktikan adanya meteor yang jatuh ke permukaan Bumi.
Sebagian besar meteoroid berukuran kecil akan kehilangan massanya saat melewati atmosfer.
Karena itu, fenomena yang terjadi di Gorontalo masih perlu menunggu penjelasan resmi untuk memastikan apakah berkaitan dengan meteor atau memiliki penyebab lain.












