Kabar

Kampung Nelayan Merah Putih 2027, Gorontalo Matangkan Persiapan Lokasi

×

Kampung Nelayan Merah Putih 2027, Gorontalo Matangkan Persiapan Lokasi

Sebarkan artikel ini
KKP membekali calon surveyor di Gorontalo untuk menyiapkan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2027 melalui survei dan perencanaan yang akurat/Hibata.id
KKP membekali calon surveyor di Gorontalo untuk menyiapkan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2027 melalui survei dan perencanaan yang akurat/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Ketepatan memilih lokasi menjadi salah satu penentu keberhasilan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Untuk memastikan kawasan yang diusulkan sesuai dengan potensi perikanan dan kebutuhan masyarakat pesisir, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membekali calon surveyor di Provinsi Gorontalo.

Scroll untuk baca berita

Mereka dibekali dengan pengetahuan teknis untuk menyiapkan lokasi pembangunan program tersebut pada 2027.

Pembekalan Mitra Pembangunan dalam Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027 itu berlangsung di Hotel Damhil, Kota Gorontalo, pada 26–30 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.

Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan survei lapangan agar calon lokasi yang diusulkan memiliki kesesuaian dengan kondisi wilayah, potensi kelautan dan perikanan, serta kebutuhan masyarakat nelayan.

Penutupan kegiatan dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Gorontalo Risjon Sunge.

Baca Juga:  Proyek Jalan di Buntulia Barat Diduga Mangkrak, PPK: Itu Tanggung Jawab Suryaharto Polumulo!

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya koordinasi antarpihak untuk memastikan proses penyiapan lokasi berjalan terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.

Ia meminta peserta melakukan penilaian berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi.

“Penentuan calon lokasi harus dilakukan secara cermat, berdasarkan kondisi riil di lapangan, serta memperhatikan kebutuhan masyarakat agar program ini tepat sasaran,” ujarnya.

Risjon berharap para peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pembekalan ketika melaksanakan survei di wilayah masing-masing. Data yang akurat, menurut dia, diperlukan sebagai dasar penyusunan perencanaan yang sesuai dengan kondisi setempat.

Selain kesiapan teknis, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan penyiapan calon lokasi.

Ketua Lembaga Pengawas Pemerintah Provinsi Gorontalo (LP3G) Deno Djarai menekankan perlunya pengawasan eksternal untuk memastikan proses perencanaan Kampung Nelayan Merah Putih berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Negosiasi Buntu, BSG Minta Waktu hingga Pekan Depan

Ia menyebut pengawasan sejak tahap awal diperlukan untuk menjaga transparansi, ketertiban administrasi, dan akuntabilitas pelaksanaan program.

“Pengawasan harus dilakukan sejak tahap perencanaan agar setiap proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menurut Deno, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui evaluasi setelah kegiatan berlangsung.

Pengawas juga perlu mendorong langkah pencegahan sejak awal agar potensi penyimpangan dapat diantisipasi dan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur.

Dalam pelaksanaannya, calon surveyor memiliki tugas menghimpun informasi mengenai potensi kawasan, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat nelayan, aksesibilitas, serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.

Hasil survei tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menilai kelayakan calon lokasi dan menyusun perencanaan pembangunan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Bagi Provinsi Gorontalo, persiapan tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor kelautan dan perikanan.

Karena itu, penentuan lokasi perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat serta potensi ekonomi kawasan agar pembangunan nantinya benar-benar menjawab kebutuhan setempat.

Baca Juga:  Polemik Gaji Cleaning Service dan Fasilitas Rusak Masjid Agung Baiturrahim, BTM Harus Bertanggung Jawab

Koordinasi antara KKP, pemerintah daerah, mitra pembangunan, calon surveyor, dan unsur pengawas eksternal juga diperlukan untuk mendukung proses perencanaan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat mendorong penataan kawasan nelayan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pembangunan sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan.

Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Ketepatan pemilihan lokasi, kualitas data survei, kesesuaian perencanaan, serta keberlanjutan manfaat bagi masyarakat juga menjadi faktor penting.

Melalui pembekalan yang berlangsung selama lima hari tersebut, para peserta diharapkan mampu melaksanakan survei secara profesional dan objektif sehingga penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027 di Provinsi Gorontalo memiliki dasar perencanaan yang kuat, transparan, dan tepat sasaran.