Kabar

Sagu Bakar Papua Barat Jadi Magnet Pengunjung PENAS XVII Gorontalo

×

Sagu Bakar Papua Barat Jadi Magnet Pengunjung PENAS XVII Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Kontingen Papua Barat menyajikan sagu bakar kepada pengunjung saat pameran PENAS XVII di Gorontalo. Makanan tradisional berbahan sagu itu menarik perhatian peserta karena cita rasa khas dan proses pengolahannya yang masih menggunakan cara tradisional/Hibata.id
Kontingen Papua Barat menyajikan sagu bakar kepada pengunjung saat pameran PENAS XVII di Gorontalo. Makanan tradisional berbahan sagu itu menarik perhatian peserta karena cita rasa khas dan proses pengolahannya yang masih menggunakan cara tradisional/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Hiruk-pikuk ramainya pameran Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, aroma sagu bakar khas Papua Barat mengundang rasa penasaran pengunjung.

Tak sedikit peserta yang berhenti sejenak, mendekati stan Papua Barat, lalu ikut menyaksikan proses pembakaran hingga mencicipi kuliner tradisional tersebut.

Scroll untuk baca berita

Kehadiran sagu bakar menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku usaha, hingga masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain menawarkan cita rasa khas, makanan berbahan dasar sagu itu juga membawa cerita tentang budaya dan ketahanan pangan masyarakat Papua Barat.

Perwakilan Kontingen Papua Barat, Yulia Yoku, mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan sagu bakar sebagai bentuk promosi pangan lokal yang telah lama menjadi bagian penting kehidupan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Ikram, Pejuang Leukemia Kecil dari Pohuwato: Menanti Uluran Tangan untuk Berobat ke Manado

“Kami ingin peserta dari seluruh Indonesia mengetahui bahwa sagu bukan hanya makanan sehari-hari, tetapi juga identitas budaya masyarakat Papua Barat yang diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Yulia di lokasi pameran PENAS XVII Gorontalo.

Menurut dia, sagu bakar dibuat melalui proses pengolahan tradisional sebelum dipanggang hingga menghasilkan tekstur yang khas dengan cita rasa yang unik.

Makanan tersebut dapat dinikmati secara langsung maupun dipadukan dengan gula merah untuk menambah sensasi rasa manis alami.

Yulia menilai PENAS XVII menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan keberagaman pangan lokal Indonesia.

Melalui kegiatan itu, masyarakat dapat melihat bahwa Indonesia memiliki banyak sumber pangan alternatif yang potensial mendukung ketahanan pangan nasional di masa depan.

Baca Juga:  PETI Pohuwato Masih Beroperasi, Pasokan BBM Ilegal Diseludupkan

Antusiasme pengunjung terhadap sagu bakar juga dirasakan anggota Kontingen Papua Barat lainnya, Sipora Serontou.

Ia mengaku banyak peserta yang baru pertama kali melihat sekaligus mencicipi olahan sagu yang dipanggang secara tradisional.

“Banyak yang penasaran dengan proses pembuatannya. Mereka bertanya bagaimana cara mengolahnya dan seperti apa rasanya. Kami senang karena masyarakat dari daerah lain jadi lebih mengenal makanan khas Papua Barat,” ujarnya.

Sepanjang pelaksanaan pameran, stan Papua Barat tampak ramai dikunjungi peserta yang ingin mengenal lebih dekat ragam pangan lokal dari wilayah timur Indonesia.

Sebagian pengunjung bahkan mengabadikan proses pembakaran sagu dan membagikannya melalui media sosial.

Baca Juga:  Residence Al-Wahhab Kost & Homestay, Hunian Strategis-Nyaman di Kota Gorontalo

Bagi Papua Barat, keikutsertaan dalam PENAS XVII bukan hanya untuk memperkenalkan produk pertanian daerah, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga keberagaman pangan Nusantara.

Sagu, yang selama ini menjadi sumber pangan utama masyarakat Papua, dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan nasional.

Kehadiran sagu bakar di PENAS XVII Gorontalo menunjukkan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi ruang berbagi inovasi di sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi panggung yang mempertemukan budaya, tradisi, dan cita rasa khas dari berbagai penjuru Indonesia.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel