Kabar

Siswa di Gorontalo Bosan dengan Menu MBG, Alasannya Bikin Kaget

×

Siswa di Gorontalo Bosan dengan Menu MBG, Alasannya Bikin Kaget

Sebarkan artikel ini
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Provinsi Gorontalo (Foto Diskominfotik)/Hibata.id
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Provinsi Gorontalo (Foto Diskominfotik)/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Sejumlah siswa di Gorontalo mulai mengeluhkan kurangnya variasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka terima di sekolah.

Ayam, tempe, dan buah semangka disebut menjadi menu yang cukup sering disajikan sehingga sebagian siswa mulai merasa bosan.

Seorang sumber yang mengetahui pelaksanaan MBG di beberapa sekolah di Gorontalo mengatakan, kejenuhan terhadap menu membuat beberapa siswa tidak menghabiskan makanan yang dibagikan.

“Menunya ayam dan tempe terus, buahnya juga semangka terus. Anak-anak sudah mulai bosan dan ada yang tidak mau makan,” katanya.

Menurut sumber tersebut, persoalan itu bukan berkaitan dengan tujuan program MBG yang dinilai memberikan manfaat bagi pemenuhan kebutuhan gizi siswa.

Namun, variasi makanan dinilai perlu mendapat perhatian agar menu yang disediakan tetap diminati dan dikonsumsi penerima manfaat.

Baca Juga:  JAGA DECA Ajukan Amicus Curiae: Kriminalisasi Petani Mada Yunus Cerminkan Ketimpangan Struktural

Keluhan serupa disampaikan seorang siswa sekolah dasar di Gorontalo yang akrab disapa Ana.

Ia mengaku tidak tertarik menghabiskan salah satu menu MBG yang diterimanya.

“Eh, tidak enak,” kata Ana singkat saat ditanya mengenai makanan tersebut.

Makanan yang tidak dikonsumsi siswa akhirnya menjadi perhatian guru.

Salah seorang guru mengaku memilih membawa pulang makanan yang tersisa agar tidak terbuang.

“Daripada dibuang dan mubazir, saya bawa pulang,” katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat penerimaan siswa terhadap makanan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan MBG.

Program pemenuhan gizi akan memberikan manfaat secara optimal apabila makanan yang disediakan sesuai standar dan benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Baca Juga:  Ekonomi di Balik Perjalanan Haji, Kemenhaj Gorontalo Buka Ruang untuk UMKM

Karena itu, variasi menu dapat menjadi salah satu aspek evaluasi dalam pelaksanaan MBG dengan tetap memperhatikan standar gizi, keamanan pangan, kebersihan, kualitas bahan makanan, serta kecukupan porsi.

Ayam, tempe, dan semangka merupakan bahan pangan yang dapat menjadi bagian dari menu makanan bergizi. Namun, penyajian menu yang relatif sama secara berulang berpotensi menimbulkan kejenuhan bagi sebagian siswa.

Variasi dapat dilakukan melalui pergantian jenis lauk, sayuran, buah, maupun cara pengolahan makanan dengan tetap memenuhi ketentuan gizi yang berlaku.

Evaluasi terhadap tingkat penerimaan makanan juga penting untuk menekan potensi makanan tersisa sekaligus memastikan anggaran program memberikan manfaat kepada sasaran yang dituju.

Baca Juga:  Bocoran THR Pensiunan 2026: Anggaran Rp55 Triliun, Cair Lebih Awal?

Sementara itu, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, saat dikonfirmasi Hibata.id meminta informasi lebih rinci mengenai lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut menyajikan menu tersebut.

“SPPG mana? Sebutkan, Pak. SPPG mana saja?” kata Zulkifli saat dikonfirmasi.

Zulkifli mengatakan pihaknya perlu mengetahui SPPG yang dimaksud untuk memastikan informasi mengenai menu MBG yang dikeluhkan tersebut.

“Berarti menunggu, Pak, karena memastikan SPPG yang mana saja,” ujarnya.

Dengan demikian, BGN Gorontalo masih akan melakukan pengecekan untuk memastikan SPPG yang dimaksud dalam informasi tersebut.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel