Hibata.id, Gorontalo – Pengembangan ekonomi haji di Gorontalo mulai diarahkan tidak hanya pada penyelenggaraan layanan ibadah, tetapi juga pada keterlibatan pelaku usaha lokal.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Gorontalo mendorong UMKM mengambil bagian dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah di daerah.
Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo Mansur Basir mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci agar potensi ekonomi yang tumbuh dari penyelenggaraan haji dan umrah dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Besarnya antusiasme para pelaku UMKM perlu didukung oleh regulasi yang mampu memberikan kemudahan bagi Kemenhaj dan dunia usaha untuk bersinergi dalam memajukan ekosistem ekonomi haji di daerah,” kata Mansur saat mengikuti diskusi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji di Hotel Movenpick Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/8/2026).
Mansur menyampaikan, hal itu pada hari kedua Rapat Koordinasi (Rakor) dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (P2EHU) yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026.
Menurut Mansur, keterlibatan UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi haji yang lebih luas.
Pelaku usaha lokal dapat mengambil peran melalui berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan layanan dan aktivitas penyelenggaraan haji dan umrah.
Ia mengatakan Kanwil Kemenhaj Gorontalo telah membuka ruang kolaborasi tersebut melalui sejumlah inovasi.
Salah satunya melalui kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan Asrama Haji dengan menerapkan konsep layanan berbasis hotel.
Konsep tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan peningkatan layanan bagi jamaah, tetapi juga membuka peluang pengembangan aktivitas ekonomi yang dapat melibatkan berbagai pihak.
“Upaya ini perlu semakin diperkuat melalui regulasi mengenai standardisasi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji,” ujarnya.
Upaya memperluas keterlibatan dunia usaha juga dilakukan Kanwil Kemenhaj Gorontalo melalui FGD bersama pelaku UMKM.
Forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan ekonomi haji di daerah.
Mansur menyebut, respons pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Antusiasme itu menunjukkan adanya peluang untuk memperluas peran UMKM dalam rantai ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah.
Pengembangan ekosistem ekonomi haji sendiri menjadi salah satu pilar dalam konsep Tri Sukses Haji, selain sukses ritual serta sukses peradaban dan keadaban.
Karena itu, Mansur menilai penguatan regulasi menjadi kebutuhan penting agar kolaborasi antara Kemenhaj dan pelaku usaha dapat berjalan lebih terarah.
Dengan dukungan aturan yang jelas, pemerintah daerah dan dunia usaha diharapkan dapat membangun kerja sama yang tidak hanya mendukung layanan haji dan umrah, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan usaha masyarakat di Gorontalo.












