Hibata.id, Gorontalo – Suasana di kawasan KM 0, Kabupaten Pohuwato, sempat memanas Senin malam (21/9/2026).
Aliansi mahasiswa Cipayung Plus yang terdiri atas PMII, GMNI, dan HMI Cabang Pohuwato turun ke jalan dan menggelar demonstrasi di depan kantor Pani Gold Mine (PGM).
Dipimpin Mohamad Rosikhul Fikri Papempang, massa mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan PGM dan persoalan yang melibatkan masyarakat penambang lokal.
Salah satu tuntutan utama mahasiswa ialah meminta PGM menghentikan langkah yang dinilai berpotensi memperlebar persoalan di lapangan sebelum perusahaan dan masyarakat melakukan dialog serta verifikasi bersama.
Cipayung Plus juga mendesak perusahaan membuka informasi terkait izin usaha pertambangan kepada masyarakat secara transparan.
Bagi mahasiswa, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan pertambangan yang berkembang di Pohuwato.
Tak hanya soal aktivitas tambang, massa turut menyoroti kondisi di sekitar SDN 04 Buntulia.
Mereka meminta PGM bertanggung jawab atas aktivitas perusahaan yang menurut mahasiswa berdampak terhadap proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Tuntutan lain tak kalah penting. Cipayung Plus meminta PGM tidak melakukan pembongkaran camp, perusakan talang-talang, maupun akses jalan ojek sebelum ada hasil penyelesaian dari rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Rapat tersebut rencananya digelar pada pekan depan untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan perusahaan dan masyarakat penambang lokal.
Mahasiswa meminta penyelesaian ditempuh melalui dialog agar keputusan yang diambil tidak semakin memperuncing persoalan di lapangan.
Aksi tersebut kemudian diterima External Affairs Pani Gold Mine, Kurniawan Siswoko.
Kurniawan mengatakan PGM menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat maupun mahasiswa.
“Prinsipnya, kami menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh warga masyarakat, termasuk dari teman-teman mahasiswa,” ujar Kurniawan.
Ia menyebut penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap pemerintah maupun perusahaan.
Menurutnya, masukan dari masyarakat dan mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses untuk memastikan pemerintah dan perusahaan tetap menjalankan perannya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah.
“Aspirasi tersebut sebagai bentuk kontrol sosial agar pemerintah dan perusahaan senantiasa berada di atas rel demi membawa kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” katanya.
Aksi Berakhir Kondusif
Demonstrasi Cipayung Plus berlangsung hingga Senin malam di depan gerbang Pani Gold Mine.
Setelah menyampaikan tuntutan dan mendapat respons dari pihak perusahaan, aksi berakhir dalam kondisi kondusif.
Kini perhatian mengarah pada dialog dan rapat Forkopimda yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membahas lebih lanjut persoalan antara Pani Gold Mine dan masyarakat penambang lokal di Pohuwato.












