Kabar

Stok Pupuk Dibilang Aman, Petani Pohuwato Justru Kesulitan Mendapatkan

×

Stok Pupuk Dibilang Aman, Petani Pohuwato Justru Kesulitan Mendapatkan

Sebarkan artikel ini
Stok Pupuk Diklaim Aman, Petani Pohuwato Justru Kesulitan Mendapatkan/Hibata.id
Stok Pupuk Diklaim Aman, Petani Pohuwato Justru Kesulitan Mendapatkan/Hibata.id

Hibata.id, Pohuwato Keluhan petani di Kecamatan Taluditi terkait sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi akhirnya mendapat tanggapan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato.

Meski kebutuhan pupuk di lapangan terus meningkat, pemerintah daerah mengakui distribusi pupuk hingga kini masih menghadapi kendala.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi, mengatakan persoalan yang terjadi bukan karena stok pupuk habis, melainkan akibat distribusi yang belum berjalan lancar.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut tetap berdampak langsung terhadap petani yang membutuhkan pupuk untuk mendukung aktivitas tanam mereka.

“Masalahnya bukan stok yang kosong, tetapi distribusinya yang terkendala. Ini yang sudah kami sampaikan dalam rapat bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kementerian Pertanian,” kata Kamri saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (2/6/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah keluhan petani yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Taluditi.

Bagi petani, penyebab keterlambatan distribusi bukanlah persoalan utama. Yang mereka rasakan adalah pupuk belum tersedia ketika dibutuhkan di lapangan.

Baca Juga:  Kabar Gembira, 2.466 PPPK Paruh Waktu Provinsi Gorontalo Dinyatakan Lulus

Kamri menjelaskan hambatan distribusi terjadi karena kendaraan pengangkut pupuk harus mengantre cukup lama sebelum mendapatkan giliran pengiriman.

Bahkan, menurutnya, ada armada yang harus menunggu hingga satu minggu sehingga jadwal distribusi ke daerah mengalami keterlambatan.

Akibatnya, pasokan pupuk yang masuk ke Pohuwato tidak datang dalam jumlah besar sekaligus, melainkan bertahap.

Kondisi ini membuat ketersediaan pupuk di tingkat pengecer tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan petani pada waktu yang bersamaan.

Padahal, berdasarkan data Dinas Pertanian, stok pupuk di gudang distributor atau lini III yang berada di Kabupaten Pohuwato masih tersedia.

Kamri menyebut sekitar 44 ton pupuk telah masuk ke daerah tersebut dalam pengiriman terakhir.

“Stok sebenarnya ada. Pengecer tinggal mengajukan kembali sesuai alokasi yang tersedia untuk masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Meski demikian, pernyataan mengenai ketersediaan stok memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem distribusi yang selama ini berjalan.

Baca Juga:  Imigrasi Gorontalo Perkuat Timpora, Perang Lawan TPPO hingga Scam Center

Sebab, keluhan petani terus muncul meski pemerintah memastikan pupuk masih tersedia di gudang.

Dinas Pertanian mengakui tingginya kebutuhan pupuk saat ini terkonsentrasi di Kecamatan Taluditi dan Randangan.

Kedua wilayah tersebut memiliki jumlah petani yang besar serta tingkat penggunaan pupuk yang tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

“Permintaan di Taluditi dan Randangan memang lebih tinggi karena jumlah petaninya banyak dan penggunaan pupuk juga cukup tinggi,” kata Kamri.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Pertanian mengaku telah berkoordinasi dengan penyuluh pertanian untuk menambah jumlah pengecer pupuk bersubsidi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi dan mempermudah akses petani terhadap pupuk.

Selain itu, Kementerian Pertanian disebut telah mengirimkan surat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar kendaraan pengangkut pupuk mendapat prioritas dalam proses distribusi.

Namun hingga saat ini, dampak kebijakan tersebut belum sepenuhnya dirasakan petani di lapangan.

Selama distribusi belum berjalan normal, keluhan terkait ketersediaan pupuk diperkirakan masih akan terus muncul, terutama memasuki periode kebutuhan pupuk yang tinggi.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan: Elpiji 3 Kg di Bone Bolango Langka, Harga Tembus Rp40 Ribu

Kamri memastikan alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Pohuwato masih mencukupi.

Bahkan, realisasi penyaluran pupuk hingga saat ini disebut belum mencapai 50 persen dari total kuota yang tersedia.

“Saya sudah cek langsung ke Pupuk Indonesia. Stok aman dan cukup. Kendala pengiriman kapal yang sempat terjadi sebelumnya juga sudah normal. Yang masih perlu dibenahi sekarang adalah distribusinya,” tegasnya.

Untuk mengatasi tingginya kebutuhan pupuk di sejumlah wilayah, Dinas Pertanian membuka peluang penambahan pengecer pupuk bersubsidi.

Masyarakat, kelompok tani, pelaku usaha maupun koperasi dapat mengajukan permohonan dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, termasuk memiliki gudang penyimpanan dan kelengkapan administrasi.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan distribusi sehingga pupuk yang tersedia di gudang dapat lebih cepat sampai ke tangan petani yang membutuhkan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel