Kabar

Viral Baling-Baling Pesawat Hanya Diikat Kabel Ties, Ini Penjelasan Lion Group

×

Viral Baling-Baling Pesawat Hanya Diikat Kabel Ties, Ini Penjelasan Lion Group

Sebarkan artikel ini
Salah satu komponen baling-baling pesawat ATR 72-600 milik Wings Air yang menjadi sorotan setelah video penggunaan kabel ties pada lapisan pelindung (deicer) viral di media sosial/Hibata.id
Salah satu komponen baling-baling pesawat ATR 72-600 milik Wings Air yang menjadi sorotan setelah video penggunaan kabel ties pada lapisan pelindung (deicer) viral di media sosial/Hibata.id

Hibata.id, Bali – Sebuah video yang memperlihatkan baling-baling pesawat Wings Air tampak diikat menggunakan kabel ties mendadak ramai di media sosial.

Rekaman itu membuat banyak warganet bertanya-tanya, bahkan sebagian bercanda menyebut ‘pesawat juga ternyata kenal kabel ties’.

Video tersebut direkam oleh seorang warga negara asing (WNA) saat berada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Dalam unggahannya, ia menyorot salah satu bilah baling-baling pesawat sambil menuliskan kalimat, “That’s a cable tie holding the prop“.

Tak butuh waktu lama, video itu menyebar luas dan memancing berbagai komentar dari netizen yang penasaran apakah kondisi tersebut aman untuk penerbangan.

Menanggapi viralnya video tersebut, Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, memastikan komponen yang terlihat diikat bukan menunjukkan adanya kerusakan pada baling-baling pesawat.

Baca Juga:  Alat Berat yang Diamankan di PETI Hutan Balayo Hilang, DLHK Provinsi Bungkam

“Komponen yang terlihat tersebut bukan merupakan indikasi kerusakan pada baling-baling pesawat. Pengikat yang tampak digunakan untuk mengamankan sementara salah satu lapisan pelindung atau deicer yang mengalami sedikit perubahan posisi,” kata Danang dalam keterangan tertulis, Minggu.

Menurut Danang, deicer merupakan lapisan pelindung yang membantu menjaga performa baling-baling dalam kondisi operasional tertentu.

Komponen tersebut bukan bagian utama yang menghasilkan daya dorong pesawat.

Ia menjelaskan penggunaan pengikat seperti kabel ties dalam kasus tersebut merupakan bagian dari prosedur teknis yang telah diatur dalam Aircraft Maintenance Manual (AMM) atau buku panduan perawatan resmi dari pabrikan pesawat.

Dengan kata lain, kabel ties yang terlihat bukan dipasang sembarangan seperti memperbaiki jemuran putus atau mengikat bumper motor yang copot.

Baca Juga:  Fahri Hamzah di HUT Pohuwato: Stop Kebocoran, Hancurkan Korupsi, Tertibkan Negara!

“Pemasangan hanya dapat dilakukan oleh teknisi berlisensi yang berwenang. Setelah itu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh komponen berfungsi normal dan tidak memengaruhi kinerja pesawat,” ujarnya.

Danang menambahkan, meski masyarakat lebih mengenal kabel ties sebagai alat pengikat serbaguna dalam kehidupan sehari-hari, penggunaannya di dunia penerbangan juga dapat menjadi bagian dari prosedur perawatan yang telah melalui standar keselamatan ketat.

“Penggunaan pengikat pada komponen tertentu dapat menjadi bagian dari prosedur perawatan yang telah ditetapkan pabrikan, dilakukan secara terukur, serta melalui proses pemeriksaan dan verifikasi yang ketat,” katanya.

Lion Group menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh armada menjalani perawatan terjadwal maupun inspeksi tambahan sesuai standar pabrikan dan regulator penerbangan.

Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum keberangkatan, saat transit, hingga tahapan operasional lainnya untuk memastikan pesawat tetap dalam kondisi laik terbang.

Baca Juga:  Setelah Balayo, Kini Desa Iloheluma Terancam Jadi Ladang PETI

Danang juga mengungkapkan bahwa pesawat ATR 72-600 registrasi PK-WJJ yang muncul dalam video tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai bagian dari proses verifikasi teknis.

“Pesawat tidak akan dioperasikan apabila tidak memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan kelayakan udara. Setiap keputusan penerbangan didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis yang menyeluruh oleh personel yang berwenang,” kata Danang.

Dengan penjelasan tersebut, Lion Group memastikan kabel ties yang menjadi sorotan dalam video viral itu merupakan bagian dari prosedur perawatan teknis, bukan tanda kerusakan pada baling-baling pesawat sebagaimana yang sempat dikhawatirkan sebagian warganet.

 

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel