Parlemen

Erwin Ismail: Ukur Keberhasilan Peternakan dari Lahirnya Pengusaha Baru

×

Erwin Ismail: Ukur Keberhasilan Peternakan dari Lahirnya Pengusaha Baru

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail/Hibata.id
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo  – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail, meminta pemerintah mengubah arah pembangunan di sektor peternakan.

Dirinya meminta agar memprioritaskan pembinaan peternak agar mampu membangun usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Usulan itu disampaikan Erwin usai Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD bersama Dinas Peternakan dan Perkebunan pada rapat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2027, Senin (20/07/2026).

Menurut dia, keberhasilan pembangunan peternakan tidak cukup diukur dari meningkatnya populasi ternak atau produksi.

Tetapi dari bertambahnya masyarakat yang berhasil menjadi pelaku usaha peternakan.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” kata Erwin.

Baca Juga:  Penerapan SPMB di Gorontalo Kacau, DPRD Minta Dinas Pendidikan Evaluasi

Ia mengapresiasi program pemerintah seperti inseminasi buatan dan perluasan pemasaran ternak hingga Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Namun, program tersebut perlu diikuti pendampingan yang berkelanjutan agar peternak mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.

Erwin mengatakan, petugas lapangan selama ini lebih banyak memberikan layanan inseminasi buatan, sementara peternak juga membutuhkan pendampingan dalam pemeliharaan ternak, penggemukan, manajemen pakan, kesehatan hewan, hingga pemasaran.

“Saya meminta Dinas Peternakan tidak hanya datang melakukan inseminasi sapi. Pemerintah juga harus mengajarkan masyarakat cara merawat, menggemukkan, dan memasarkan ternak agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga:  Deprov Gorontalo Minta Dana Talangan Pasien Rp1 Miliar Tetap Masuk APBD 2027

Karena itu, ia mengusulkan pemerintah memperkuat sistem pendampingan dengan melibatkan penyuluh peternakan, dokter hewan, ahli nutrisi ternak, dan praktisi yang telah berhasil mengembangkan usaha peternakan.

Menurut Erwin, pola pendampingan seperti yang diterapkan di sektor pertanian sudah saatnya diterapkan secara maksimal di bidang peternakan.

Selain itu, ia meminta pelatihan bagi peternak lebih banyak dilakukan melalui praktik di lapangan, disertai bantuan bibit ternak, layanan kesehatan hewan, serta akses pemasaran.

Erwin menilai, Gorontalo memiliki peluang besar menjadi sentra peternakan sapi di kawasan timur Indonesia karena didukung permintaan pasar dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, layanan pengiriman melalui Pelabuhan Anggrek, serta ketersediaan lahan dan pakan.

Baca Juga:  Harapan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Tekait Penerbangan Perintis

Dengan potensi tersebut, menurut dia, tantangan pemerintah saat ini bukan lagi membuka pasar baru, melainkan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan peluang usaha.

Ia juga mendorong pemerintah menghadirkan praktisi peternakan yang sukses sebagai mentor agar masyarakat memperoleh pengalaman langsung dalam membangun usaha.

“Keberhasilan pembangunan peternakan tidak diukur dari banyaknya program, tetapi dari semakin banyak peternak yang naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri,” kata Erwin.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel