Hibata.id, Gorontalo – Di tengah banyak orang berlomba mengejar kesuksesan bisnis, Rachmat Gobel justru mengambil jalan yang berbeda.
Saat berada di puncak karier sebagai pengusaha, ia memilih memasuki dunia politik—sebuah arena yang penuh kritik, tekanan, sekaligus tuntutan untuk melayani publik.
Pilihan itu kembali diceritakan Ketua DPW Partai NasDem Gorontalo tersebut saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Gorontalo, Rabu (17/06/2026).
Di hadapan kader partai, Gobel mengisahkan bahwa keputusan masuk politik bukan lahir dari ambisi kekuasaan. Justru sebaliknya, ia mengaku mulai mempertanyakan makna dari seluruh pencapaian yang telah diraih di dunia usaha.
“Saya sudah hidup nyaman di dunia usaha. Tetapi saya berpikir, apakah hidup hanya berhenti pada pencapaian pribadi dan bisnis? Saya ingin ada manfaat yang lebih besar yang bisa saya tinggalkan untuk masyarakat,” kata Gobel.
Pernyataan itu menjadi gambaran titik balik perjalanan hidupnya. Setelah bertahun-tahun berkecimpung di sektor bisnis, Gobel mulai melihat bahwa keberhasilan pribadi belum tentu menjawab kebutuhan masyarakat yang lebih luas.
Momentum itu datang pada 2016 ketika Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengajaknya bergabung ke dunia politik.
Menurut Gobel, Surya Paloh saat itu menyampaikan satu gagasan sederhana namun kuat: pengalaman, jaringan, dan kapasitas yang dimiliki seorang pengusaha akan memiliki dampak yang lebih besar jika digunakan untuk kepentingan publik.
Namun keputusan itu tidak langsung diambil.
Gobel mengaku membutuhkan waktu untuk mempertimbangkannya secara matang. Baginya, dunia politik berbeda jauh dengan dunia bisnis yang selama ini digelutinya.
Di dunia usaha, keberhasilan diukur melalui capaian perusahaan. Sementara di politik, ukuran keberhasilan adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Politik menuntut kesiapan melayani, menerima kritik, dan bekerja lebih dekat dengan kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Pilihan tersebut kemudian membawanya aktif memperjuangkan berbagai program pembangunan di Gorontalo, mulai dari sektor pertanian, UMKM, pendidikan hingga infrastruktur.
Bagi Gobel, politik bukanlah tempat untuk meninggalkan keberhasilan yang telah dibangun di dunia usaha. Politik justru menjadi sarana memperluas manfaat agar dapat dirasakan lebih banyak orang.
“Kalau di bisnis kita membangun perusahaan, maka di politik kita membangun harapan dan masa depan masyarakat,” katanya.
Pernyataan itu sekaligus menjawab pertanyaan yang selama ini kerap muncul: mengapa seorang pengusaha yang telah mapan memilih masuk ke dunia politik yang penuh tantangan?
Bagi Gobel, jawabannya sederhana. Ia ingin memastikan bahwa pengalaman, kemampuan, dan sumber daya yang dimilikinya dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya percaya, hidup yang paling bermakna adalah ketika apa yang kita miliki dan kerjakan bisa memberi manfaat untuk orang banyak,” ujar Gobel.













