Sosial

ByPass Bone Bolango Kerap Jadi Arena Balap, Polda Abaikan Keselamatan Warga?

×

ByPass Bone Bolango Kerap Jadi Arena Balap, Polda Abaikan Keselamatan Warga?

Sebarkan artikel ini
Penutupan Jalan ByPass Bone Bolango untuk kegiatan balap motor. Berdasarkan pantauan saat pengambilan foto, tidak terlihat petugas kepolisian di titik penutupan jalan/Hibata.id
Penutupan Jalan ByPass Bone Bolango untuk kegiatan balapan. Berdasarkan pantauan saat pengambilan foto, tidak terlihat petugas kepolisian di titik penutupan jalan/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango – Event balap di Jalan ByPass Bone Bolango kembali menuai keluhan dari sejumlah pengguna jalan.

Penutupan salah satu jalur utama penghubung Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango membuat sebagian warga selalu mengubah rute perjalanan dan menempuh jalur alternatif yang lebih jauh.

Scroll untuk baca berita

Pantauan di lokasi, Sabtu (27/6/2026), sejumlah pengendara memilih memutar arah karena tidak dapat melintasi ruas jalan yang digunakan sebagai arena balap.

Sebagian lainnya terlihat berhenti untuk mencari informasi mengenai akses yang masih bisa dilalui.

“Kalau ada balap, kami harus putar jauh. Itu buang waktu dan buang BBM. Kami yang rugi,” kata seorang pengendara.

Keluhan tersebut bukan kali pertama muncul. Jalan ByPass Bone Bolango merupakan salah satu akses utama yang setiap hari digunakan masyarakat.

Sebab, jalan ini memiliki kondisi yang relatif baik serta menjadi jalur tercepat menuju Kota Gorontalo maupun sejumlah wilayah di Kabupaten Bone Bolango.

Ketika ruas jalan itu ditutup, pengguna jalan terpaksa melewati jalur alternatif yang jaraknya lebih panjang.

Beberapa ruas alternatif juga memiliki kondisi jalan yang lebih sempit dan rusak yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan warga.

Baca Juga:  BWS Gorontalo Respons Keluhan Warga Pohuwato Terkait Krisis Air Bersih

Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat. Pekerja harus menyesuaikan waktu keberangkatan.

Pedagang mengeluarkan biaya bahan bakar lebih besar akibat harus memutar, sementara warga yang memiliki keperluan mendesak harus menghitung ulang waktu tempuh perjalanan.

Sejumlah warga juga menyoroti fungsi Jalan ByPass Bone Bolango sebagai salah satu jalur tercepat yang kerap digunakan menuju fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit.

Bagi mereka, penggunaan jalan umum untuk kegiatan tertentu perlu mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang setiap hari memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Kami bayar pajak juga. Jangan jalan ini seenaknya ditutup. Bagaimana kalau kondisi darurat terjadi dan jalan itu adalah alternatif tercepat?” ujar pengendara lainnya.

Penutupan Jalan ByPass Bone Bolango untuk kegiatan balap sebelumnya juga sempat menjadi perhatian publik.

Sejumlah masyarakat menilai penyelenggaraan kegiatan olahraga otomotif perlu diimbangi dengan pengaturan lalu lintas yang meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Bone Bolango AKBP Supriantoro belum memberikan tanggapan atas pertanyaan wartawan terkait keluhan masyarakat mengenai penutupan Jalan ByPass Bone Bolango.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bone Bolango AKP Maskur, yang berada di lokasi kegiatan, juga belum memberikan keterangan saat dimintai konfirmasi oleh wartawan.

Baca Juga:  Solidaritas Ojol Gorontalo, Doa Haru Mengenang Affan Kurniawan

Alasan Klasik Polda Gorontalo

Penutupan jalan akibat Pelaksanaan event balap di Jalan ByPass Bone Bolango, Provinsi Gorontalo/Hibata.id
Penutupan jalan akibat Pelaksanaan event balap di Jalan ByPass Bone Bolango, Provinsi Gorontalo/Hibata.id

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro, saat dikonfirmasi beralibi bahwa penyelenggaraan kegiatan balap tersebut telah mengantongi izin dari Polda Gorontalo.

Menurutnya, sebelum izin diterbitkan, penyelenggaraan kegiatan telah dibahas melalui rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

Dalam rapat tersebut juga dibahas langkah-langkah untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat, termasuk menyiapkan jalur alternatif bagi pengguna jalan.

“Izin dari Polda. Sebelumnya juga sudah dirapatkan bersama pemerintah dan pihak terkait. Intinya pelayanan kepada masyarakat tetap diperhatikan karena masih ada jalur alternatif,” katanya.

Menanggapi keluhan masyarakat yang harus memutar lebih jauh akibat penutupan Jalan ByPass Bone Bolango, Desmont mengakui kondisi tersebut memang terjadi.

Namun, menurutnya, penutupan jalan hanya bersifat sementara selama pelaksanaan event.

“Betul kalau masyarakat harus memutar. Tetapi ini tidak setiap hari, hanya selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Ia menepis anggapan bahwa penyelenggara mengabaikan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah telah dilibatkan dalam pembahasan sebelum kegiatan dilaksanakan, termasuk pemerintah kecamatan, pemerintah desa maupun kelurahan di wilayah yang terdampak.

Baca Juga:  Bondula, Burung Danau Limboto yang Terancam oleh Perburuan

“Kami bukan mengabaikan masyarakat. Semua sudah dibahas bersama pemerintah, termasuk pemerintah kecamatan, kepala desa, maupun lurah,” katanya.

Desmont menambahkan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Karena itu, penyelenggara juga telah meminta permakluman kepada masyarakat apabila selama pelaksanaan kegiatan terjadi gangguan terhadap aktivitas pengguna jalan.

Ia mengatakan, petugas juga ditempatkan di lapangan untuk mengarahkan kendaraan menuju jalur alternatif selama penutupan berlangsung.

“Kami kerahkan petugas untuk mengarahkan pengguna jalan. Kegiatan ini juga resmi dan telah mengantongi izin,” ujarnya.

Terkait penggunaan Jalan ByPass Bone Bolango, Desmont menjelaskan lintasan balap hanya menggunakan satu jalur.

Sementara area lainnya dimanfaatkan untuk fasilitas pendukung, seperti pagar pembatas dan tenda, guna menunjang keamanan penyelenggaraan kegiatan.

“Untuk lintasannya hanya satu jalur. Area lainnya digunakan untuk pagar pembatas, tenda, dan fasilitas pendukung demi keamanan,” katanya.

Ia menambahkan, panitia dan aparat telah mengantisipasi apabila terdapat pengguna jalan yang memiliki kepentingan mendesak dengan menyiapkan jalur alternatif selama kegiatan berlangsung.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel