Hibata.id, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan persiapan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 145 pengrajin Karawo dan ratusan pelajar akan terlibat dalam pergelaran budaya tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekraf Pora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan kebutuhan utama untuk pelaksanaan GKK 2026 secara umum telah disiapkan.
“Kalau melihat dari persiapan, sebenarnya sudah rampung persiapannya,” kata Sultan saat diwawancarai, Senin (7/9/2026).
Menurut Sultan, panitia telah menyelesaikan sejumlah kebutuhan administrasi, termasuk undangan dan perizinan. Peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) juga telah mempersiapkan seragam hingga maskot yang akan ditampilkan dalam karnaval.
Panitia kini fokus menyelesaikan persiapan teknis di lokasi kegiatan, antara lain pemasangan panggung, videotron, serta tenda bagi peserta dan penonton.
Gladi Bersih GKK 2026 Diikuti Sekitar 55 Peserta
Sultan mengatakan panitia menjadwalkan gladi bersih pada Jumat (11/9/2026). Sekitar 55 peserta akan mengikuti simulasi dengan skema penampilan seperti saat pelaksanaan karnaval.
Gladi bersih tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi panitia untuk menghitung durasi keseluruhan rangkaian acara.
“Kita juga bisa menilai dengan peserta kurang lebih 55 peserta ini, waktu yang dibutuhkan berapa,” ujar Sultan.
Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan waktu mulai karnaval. Panitia sementara merencanakan GKK 2026 dimulai pukul 14.00 WITA, namun jadwal masih memungkinkan dimajukan menjadi pukul 13.00 WITA.
Penyesuaian waktu dilakukan agar seluruh peserta memperoleh kesempatan tampil dan rangkaian kegiatan dapat diselesaikan sebelum waktu Maghrib.
145 Pengrajin Karawo dan Ratusan Pelajar Dilibatkan
GKK 2026 tidak hanya melibatkan peserta karnaval. Pemerintah Provinsi Gorontalo juga melibatkan pengrajin Karawo, pelajar, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta berbagai unsur masyarakat.
Sebanyak 145 pengrajin Karawo dijadwalkan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain itu, sekitar 500 pelajar akan tampil dalam pertunjukan Mokarawo Kolosal.
Panitia juga melibatkan sekitar 100 siswa SMA Negeri 1 dalam pertunjukan musik tradisional.
Keterlibatan pengrajin dan pelajar menjadi bagian dari upaya menampilkan Karawo sebagai salah satu identitas budaya Gorontalo sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.
Pelaku UMKM juga mendapat ruang dalam pelaksanaan GKK 2026. Mereka direncanakan menempati sejumlah titik di sepanjang Jalan Ario Katili dan kawasan Gorontalo Public Convention Center (GPCC).
Sultan mengatakan penyelenggaraan GKK diharapkan tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bukan saja karnavalnya yang kita lihat, tapi dampak ekonomi yang akan timbul daripada suatu event dilaksanakan,” katanya.
Pemprov Undang 298 Tamu VIP dan VVIP
Pemerintah Provinsi Gorontalo juga mengundang sekitar 298 tamu VIP dan VVIP untuk menghadiri GKK 2026.
Undangan tersebut mencakup unsur pimpinan daerah, pimpinan OPD, gubernur se-Sulawesi, kepala dinas pariwisata tingkat provinsi se-Sulawesi, serta kepala dinas pariwisata kabupaten dan kota.
Menurut Sultan, sejumlah daerah telah mengonfirmasi kehadiran, di antaranya Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kota Manado.
Perwakilan Kementerian Pariwisata melalui asisten deputi yang membidangi penyelenggaraan event juga dijadwalkan hadir. Tim evaluator Karisma Event Nusantara (KEN) turut direncanakan mengikuti pelaksanaan kegiatan.
Sultan berharap dukungan pemerintah, masyarakat, pengrajin, pelajar dan pelaku UMKM dapat menyukseskan GKK 2026.
Penyelenggaraan GKK diharapkan menjadi ruang promosi Karawo sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya dan mendorong perputaran ekonomi lokal.
Dengan persiapan yang memasuki tahap akhir, GKK 2026 akan mempertemukan unsur budaya, kreativitas dan ekonomi dalam satu pergelaran, sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Karawo kepada masyarakat yang lebih luas.












