Parlemen

Komisi I Deprov Gorontalo Soroti Masalah Banjir dan Sertifikat Rumah Deret

×

Komisi I Deprov Gorontalo Soroti Masalah Banjir dan Sertifikat Rumah Deret

Sebarkan artikel ini
Desa Buhu dan Rumah Deret Pinggir Danau Jadi Sorotan Monitoring Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo/Hibata.id
Desa Buhu dan Rumah Deret Pinggir Danau Jadi Sorotan Monitoring Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo menggelar kunjungan lapangan dalam rangka monitoring sistem pelayanan pemerintahan desa, struktur organisasi tata kerja, serta perkembangan status yang ada di beberapa Desa dan Kelurahan, Sabtu (26/4/2025).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I dan diikuti oleh Wakil Ketua, Sekretaris, serta seluruh anggota. Kunjungan ini dipusatkan di Kantor Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru.

Baca Juga:  Warga Botubarani Harap Bantuan Rumah dan Akses PDAM, Ini Respons Femmy Udoki

Monitoring tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan publik di tingkat desa serta mendengarkan langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa salah satu fokus perhatian adalah permasalahan banjir yang kerap melanda Desa Buhu.

Baca Juga:  Ridwan Monoarfa Dorong Penetapan Tata Tertib dan AKD DPRD Gorontalo

Selain itu, Komisi I juga menyoroti keluhan warga terkait rumah deret yang berada di pinggir Danau Limboto, di mana sebelumnya pemerintah berjanji akan memfasilitasi penerbitan sertifikat tanah untuk para penghuni.

“Kami ingin memastikan penerbitan sertifikat rumah deret ini benar-benar direalisasikan, mengingat pentingnya kepastian hukum bagi masyarakat,” ujar Fikram.

Baca Juga:  DPRD Gorontalo Dorong Validasi DTSEN Biar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Ia menambahkan, monitoring ini menjadi bagian dari upaya DPRD untuk mendorong pelayanan pemerintahan desa yang lebih profesional, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.00 WITA dan diikuti oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga yang turut menyampaikan aspirasi mereka kepada Komisi I.