Hibata.id – Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Provinsi Gorontalo resmi membentuk Koperasi Syariah sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan menjadikannya pusat ekosistem ekonomi syariah yang berdaya saing.
Pembentukan Koperasi Syariah Hebitren Gorontalo digelar di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Rabu (13/8/2025).
Kegiatan tersebut diawali dengan Kampanye Gerakan Sadar Wakaf oleh Ustadz Darwin Botutihe, tausiyah KH Abdullah Anik Nawawi, Lc selaku Dewan Pengawas Syariah, dan ditutup doa oleh KH Abdurrahman Abu Ababakar Bahmid, Lc selaku Dewan Pembina.
Acara ini turut dihadiri Kepala Bidang PAPKIS Kanwil Kementerian Agama, Ketua Baznas Provinsi Gorontalo, Ketua BWI, MUI, KDEKS, MES, Dewan Pakar Hebitren, para pimpinan pesantren, serta pengurus Hebitren DPW Provinsi Gorontalo.
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, M Andi Destrian, mengatakan koperasi syariah yang digagas Hebitren sejalan dengan upaya memperkuat kolaborasi antar pesantren di bidang usaha.
“Diharapkan koperasi ini mampu menjadi wadah saling mendukung, terutama dalam memasarkan produk antaranggota yang berlandaskan prinsip syariah,” ujar Andi.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag) Gorontalo, Risjon Sunge, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurut dia, keberadaan koperasi berbasis syariah masih jarang di Gorontalo sehingga kehadiran Hebitren akan menjadi pelopor.
“Insya Allah pengurusannya tidak lama. Jika semua persyaratan terpenuhi, maka koperasi bisa langsung terbentuk,” kata Risjon.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Hebitren Gorontalo, Faisal Hasim Pakaya, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah memfasilitasi pembentukan koperasi tersebut.
“Terima kasih juga kepada Dinas KUMK Perindag, penyuluh koperasi, dan semua pihak yang memberi dukungan sehingga Koperasi Syariah Hebitren Gorontalo segera terwujud,” ujar Faisal, yang juga Ketua Baznas Bone Bolango.
Faisal berharap koperasi syariah ini menjadi sarana kolaborasi dan investasi pesantren dalam memperluas usaha serta meningkatkan daya saing produk.
“Pesantren diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga pusat pengembangan bisnis berbasis ekonomi syariah yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus membawa kesejahteraan bagi santri dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Hebitren merupakan wadah yang mendorong pesantren agar lebih berdaya dalam bidang ekonomi syariah. Kehadiran koperasi syariah di tingkat provinsi diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi pesantren di Gorontalo yang berlandaskan kemandirian, keberlanjutan, dan prinsip syariah.
Dengan terbentuknya Koperasi Syariah Hebitren Gorontalo, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi umat yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.













