Hibata.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tak sekadar menggelar pelatihan kerja di Desa Upomela, Kabupaten Gorontalo. Mereka juga memperkenalkan sebuah inovasi: sistem digital berbasis rumah data untuk mendokumentasikan administrasi pencari kerja di desa tersebut.
Program bertajuk Peningkatan Softskill dan Penyiapan Data Administrasi Angkatan Kerja ini dirancang sebagai solusi jangka panjang, sekaligus respons atas perubahan pola rekrutmen tenaga kerja yang kini serba digital.
“Sebagian besar proses rekrutmen kerja saat ini dilakukan secara daring. Maka, kami tidak hanya fokus pada pelatihan keterampilan lunak, tapi juga membantu menyiapkan dokumen kerja secara rapi dan digital,” ujar Koordinator Desa, Randa Damaling, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Melalui rumah data, informasi terkait pencari kerja—termasuk CV, riwayat pendidikan, dan keterampilan—akan terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses oleh pemerintah desa maupun pihak luar yang membutuhkan data tenaga kerja lokal.
Pelatihan yang digelar pun menyasar keterampilan praktis: mulai dari penyusunan CV yang menarik, teknik wawancara kerja, hingga etika komunikasi profesional. Respon peserta cukup tinggi; sesi tanya-jawab berlangsung aktif dan diselingi praktik langsung.
Penjabat Kepala Desa Upomela, Sudianto Usman, mengapresiasi langkah mahasiswa KKN UNG yang dinilainya membawa dampak nyata bagi warganya. “Ini bukan sekadar pelatihan biasa. Mereka datang dengan solusi. Semoga pemuda Upomela makin siap bersaing di dunia kerja,” kata Sudianto.
Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan, Supriyadi Arief, menilai program ini sebagai bentuk konkret implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar di lapangan, tetapi turut memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pengabdian itu bukan formalitas. Ini tentang bagaimana mahasiswa bisa meninggalkan sesuatu yang berguna, bahkan setelah mereka selesai KKN,” ujar Supriyadi.
Bagi pemuda Upomela, program ini tak hanya membawa pengetahuan baru, tetapi juga membangkitkan harapan. Mereka pulang dengan semangat dan kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja.
Melalui langkah sederhana namun strategis ini, mahasiswa UNG membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari desa—asal ada kemauan, inovasi, dan kerja bersama.















