Kabar

BRI Gorontalo Gelar Simulasi Tanggap Bencana dalam Rangka BCM 2026

×

BRI Gorontalo Gelar Simulasi Tanggap Bencana dalam Rangka BCM 2026

Sebarkan artikel ini
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Gorontalo menggelar sosialisasi sekaligus simulasi tanggap darurat bencana sebagai bagian dari program Business Continuity Management (BCM) 2026. (Foto: BRI).
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Gorontalo menggelar sosialisasi sekaligus simulasi tanggap darurat bencana sebagai bagian dari program Business Continuity Management (BCM) 2026. (Foto: BRI).

Hibata.id – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana terus diperketat di sektor perbankan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Gorontalo menggelar sosialisasi sekaligus simulasi tanggap darurat bencana sebagai bagian dari program Business Continuity Management (BCM) 2026, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kantor BRI Cabang Gorontalo itu diikuti seluruh karyawan. Tidak hanya menerima materi, para peserta juga terlibat langsung dalam simulasi penanganan kondisi darurat, khususnya saat terjadi gempa bumi yang berpotensi mengganggu operasional perkantoran.

Pimpinan Cabang BRI Gorontalo melalui Micro & Retail Risk (MRR), Rikly, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan layanan perbankan di tengah potensi risiko bencana.

Baca Juga:  Koalisi Desak DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU Masyarakat Adat

“BRI tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga memastikan seluruh insan pekerja memiliki kesiapan menghadapi risiko, termasuk bencana. Ini adalah bagian dari budaya kerja yang kami bangun,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui penerapan BCM, BRI berupaya memastikan aktivitas operasional tetap dapat berjalan meskipun berada dalam kondisi krisis atau keadaan darurat.

Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo yang dipimpin Mulyono Mardjun. Ia menekankan bahwa kesiapan dan kecepatan respons menjadi faktor krusial dalam meminimalkan risiko saat bencana terjadi.

Baca Juga:  Gubernur Gorontalo Tegaskan Jual-Beli Emas Ilegal Tak Bisa Dibenarkan

“Ketika bencana terjadi, kepanikan sering kali menjadi faktor utama yang memperbesar risiko. Karena itu, latihan seperti ini penting agar setiap individu tahu apa yang harus dilakukan,” kata Mulyono.

Simulasi berlangsung intensif dan realistis. Para karyawan dilatih mulai dari langkah perlindungan diri saat gempa hingga prosedur evakuasi menuju titik kumpul aman.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara sektor perbankan dan pemerintah dalam memperkuat budaya sadar bencana, sekaligus meningkatkan kesiapan institusi dalam menghadapi gangguan operasional.

Baca Juga:  APRI Minta Penertiban PETI di Gorontalo Disertai Solusi bagi Penambang Rakyat

Melalui BCM 2026, BRI Branch Office Gorontalo menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh karyawan tidak hanya siap dalam kondisi normal, tetapi juga tangguh dalam menghadapi situasi krisis yang tidak terduga.

Di tengah meningkatnya potensi bencana di berbagai wilayah, langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan sumber daya manusia sekaligus memastikan keberlanjutan layanan kepada masyarakat.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel