Hibata.id – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyerukan tekad kuat untuk menghidupkan kembali tradisi lokal yang nyaris punah. Dalam pembukaan Workshop Seni dan Budaya Gorontalo di Hotel Grand Q, Rabu (12/11/2025), Dambea menegaskan pentingnya pelestarian dua warisan budaya daerah: tradisi musik religi koko’o dan tari tradisional dana-dana.
Workshop yang menghadirkan dua narasumber ahli itu difokuskan pada pelatihan dan revitalisasi dua kesenian yang, menurut Dambea, kini berada di ambang kepunahan. “Tradisi dana-dana dan koko’o sudah ada sejak saya kecil. Tapi sekarang, bukan sekadar jarang terlihat — sudah tidak ada sama sekali di Kota Gorontalo,” ujarnya dengan nada prihatin.
Adhan menilai, hilangnya dua tradisi itu bukan sekadar kehilangan bentuk kesenian, tetapi juga identitas Gorontalo. “Koko’o adalah musik religi yang menjadi bagian dari ritual membangunkan sahur di bulan Ramadan. Tradisi ini bukan hanya hiburan, tapi cerminan jiwa masyarakat kita,” katanya.
Pemerintah Kota Gorontalo, lanjut Adhan, akan mengambil langkah konkret untuk membangkitkan kembali kedua tradisi itu di seluruh kelurahan. Ia menekankan pentingnya mencari pelatih yang masih menguasai versi asli dari dana-dana agar pelestarian dilakukan secara autentik.
“Kita akan cari para pelatih yang masih tahu bentuk aslinya, bukan versi yang sudah diperbarui. Mereka akan melatih masyarakat di setiap kelurahan,” tuturnya.
Adhan juga menyoroti peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Ia mengaku bangga karena sebagian besar peserta pelatihan — sekitar 90 hingga 95 persen — adalah anak muda.
“Saya senang mereka sibuk dengan berbagai kegiatan positif. Tapi saya ingatkan, dana-dana dan koko’o ini juga harus dipelihara, dikembangkan, dan dimantapkan. Jangan malu belajar. Kalau tidak kita teruskan, budaya ini akan mati,” tegasnya.
Selain nilai budaya, Adhan melihat potensi ekonomi dan promosi dari pelestarian kesenian daerah ini. Menurutnya, kebangkitan koko’o dan dana-dana dapat menjadi sarana memperkenalkan Gorontalo ke panggung budaya nasional.
“Dengan menghidupkan kembali tradisi ini, Gorontalo punya peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan budayanya ke seluruh Nusantara,” ujarnya.
Adhan berharap dukungan semua pihak untuk mendorong kebangkitan budaya lokal. “Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memantapkan kembali tradisi dana-dana dan koko’o, dua warisan yang selalu hidup di setiap bulan Ramadan,” katanya.















