Hibata.id – Menjelang bulan Ramadhan, sejumlah persoalan strategis mencuat dalam kegiatan reses Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pohuwato, Nirwan Due.
Warga mengeluhkan kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram, keterbatasan bahan bakar minyak (BBM), gagal panen, hingga minimnya penerangan jalan umum.
Aspirasi tersebut disampaikan ratusan warga dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Duhiadaa–Patilanggio saat reses masa persidangan kedua tahun kedua masa jabatan 2024–2028.
Kegiatan berlangsung di Desa Buntulia Jaya, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Senin malam (9/2/2026).
Reses itu turut dihadiri Camat Duhiadaa serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Perindakop), Dinas Pertanian, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pohuwato.
Dalam dialog terbuka tersebut, masyarakat menyampaikan keluhan terkait distribusi LPG 3 kilogram yang dinilai tidak merata, sulitnya memperoleh BBM, sedimentasi, keterbatasan penerangan jalan umum, hingga persoalan gagal panen yang berdampak langsung pada pendapatan petani.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Nirwan Due menyatakan DPRD Kabupaten Pohuwato akan segera menindaklanjuti persoalan yang tidak berkaitan langsung dengan penganggaran melalui rapat kerja bersama OPD terkait.
“Persoalan yang tidak berkonsekuensi pada anggaran akan kami tindaklanjuti secepatnya melalui rapat kerja dengan OPD terkait,” kata Nirwan.
Ia menambahkan, sejumlah persoalan memerlukan koordinasi lintas kewenangan, khususnya yang berkaitan dengan distribusi LPG dan kebijakan Pertamina.
DPRD, kata dia, telah berkomunikasi dengan dinas terkait dan akan melanjutkan koordinasi hingga ke tingkat provinsi.
Terkait keluhan petani mengenai bibit pertanian yang dinilai tidak sesuai dan tidak layak tanam, Nirwan menjelaskan bahwa penentuan jenis bibit melibatkan kewenangan pemerintah pusat.
Meski demikian, DPRD berkomitmen mengawal aspirasi petani agar disampaikan kepada pihak yang berwenang.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Pohuwato dalam mendukung sektor pertanian, termasuk mendorong pengadaan alat berat apabila ketersediaan anggaran memungkinkan.
“Kami akan melihat kebutuhan ke depan dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan petani, sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, menyikapi kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram menjelang Ramadhan, Nirwan memastikan DPRD akan mengawal komitmen dinas terkait, termasuk melakukan inspeksi mendadak ke pangkalan yang dikeluhkan warga.
DPRD Kabupaten Pohuwato juga akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait penambahan kuota LPG subsidi. Sebelumnya, pada 2023, DPRD setempat mengawal penambahan kuota sebanyak 15 pangkalan LPG untuk wilayah Pohuwato.













