Scroll untuk baca berita
Kabar

BPS Catat Inflasi Gorontalo 5,30 Persen, Perumahan dan Pangan Jadi Pemicu

×

BPS Catat Inflasi Gorontalo 5,30 Persen, Perumahan dan Pangan Jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi inflasi/Freepik
Ilustrasi inflasi/Freepik

 

Hibata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Februari 2026 sebesar 5,30 persen.

BPS melaporkan inflasi tersebut terjadi di dua wilayah penghitungan indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Gorontalo.

Kota Gorontalo mencatat inflasi y-on-y sebesar 4,67 persen, sedangkan Kabupaten Gorontalo sebesar 5,81 persen.

Inflasi tahunan di Gorontalo terutama dipicu kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran masyarakat.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan indeks sebesar 17,50 persen.

Baca Juga:  Gubernur Konten Dedi Mulyadi Hemat Anggaran Iklan dari Rp50 M Jadi Rp3 M

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu 11,60 persen.

Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,99 persen.

BPS Catat Inflasi Gorontalo 5,30 Persen/Hibata.id
BPS Catat Inflasi Gorontalo 5,30 Persen/Hibata.id

Kemudian diikuti kelompok pendidikan sebesar 2,06 persen, kelompok transportasi sebesar 1,88 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,72 persen.

Baca Juga:  Sidak Gubernur Jabar Ungkap Aqua Gunakan Sumur Bor, Walhi Angkat Bicara

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi secara tahunan.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga tercatat mengalami penurunan indeks sebesar 3,64 persen.

Deflasi juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,42 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,35 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,27 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,87 persen.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat perkembangan harga secara bulanan.

Baca Juga:  LP3G Siap Laporkan PT PG Gorontalo ke Kejati, Kerugian Negara Miliaran

Pada Februari 2026, Provinsi Gorontalo mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,83 persen.

Sementara itu, secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi year to date (y-to-d) tercatat sebesar 1,12 persen.

Data tersebut menunjukkan pergerakan harga barang dan jasa yang memengaruhi kondisi ekonomi serta daya beli masyarakat di Provinsi Gorontalo pada awal 2026.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel