Hibata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Februari 2026 sebesar 5,30 persen.
BPS melaporkan inflasi tersebut terjadi di dua wilayah penghitungan indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Gorontalo.
Kota Gorontalo mencatat inflasi y-on-y sebesar 4,67 persen, sedangkan Kabupaten Gorontalo sebesar 5,81 persen.
Inflasi tahunan di Gorontalo terutama dipicu kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran masyarakat.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan indeks sebesar 17,50 persen.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu 11,60 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,99 persen.

Kemudian diikuti kelompok pendidikan sebesar 2,06 persen, kelompok transportasi sebesar 1,88 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,72 persen.
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi secara tahunan.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga tercatat mengalami penurunan indeks sebesar 3,64 persen.
Deflasi juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,42 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,35 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,27 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,87 persen.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat perkembangan harga secara bulanan.
Pada Februari 2026, Provinsi Gorontalo mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,83 persen.
Sementara itu, secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi year to date (y-to-d) tercatat sebesar 1,12 persen.
Data tersebut menunjukkan pergerakan harga barang dan jasa yang memengaruhi kondisi ekonomi serta daya beli masyarakat di Provinsi Gorontalo pada awal 2026.












