Hibata.id – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus M. Thomas Mopili, menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Otanaha 2026 di Lapangan Mapolda Gorontalo, Kamis.
Apel ini digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah, khususnya menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, OPD, serta sejumlah lembaga terkait seperti Basarnas, BMKG, Jasa Raharja, KSOP, Bandara Djalaluddin, Pertamina, BPBD, Satpol PP, dan FKUB.
Apel dimulai dengan pengecekan pasukan, kemudian dilanjutkan penyematan pita tanda operasi sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat 2026.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, membacakan amanat Kapolri yang menegaskan pentingnya kesiapan personel dan sarana prasarana.
“Apel ini menunjukkan kesiapan sekaligus sinergi lintas sektor dalam pengamanan Lebaran,” ujarnya.
Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 161.243 personel gabungan dikerahkan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait.
Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Untuk itu, disiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital seperti tempat ibadah, lokasi wisata, pusat perbelanjaan, hingga terminal dan bandara.
Selain itu, petugas turut mengawasi ketersediaan bahan pokok dan BBM, serta mengantisipasi gangguan keamanan seperti balap liar, premanisme, dan kejahatan lainnya.
Ketua DPRD Gorontalo, Idrus Mopili, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan operasi tersebut.
Ia menilai kerja sama antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan semua pihak sangat penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat.
“Kami berharap pengamanan berjalan lancar, sehingga masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” katanya.
Kegiatan apel kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat sinergi antar lembaga.















