Hibata.id – Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan skema penebalan bantuan sosial (bansos).
Hal ini sebagai langkah stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin di tengah rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pemerintah masih membahas kebijakan tersebut secara khusus bersama kementerian terkait sebelum mengambil keputusan final.
“Untuk saat ini kita tunggu hasil pembahasan. Nanti akan dirapatkan secara khusus, dan Kemensos akan menyesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan Presiden melalui kementerian terkait,” ujar Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan Kemensos telah menyiapkan berbagai opsi kebijakan sebagai bagian dari langkah antisipasi dampak ekonomi, terutama bagi kelompok masyarakat yang paling rentan.
Menurut dia, skema yang disiapkan mencakup dua pendekatan utama. Pertama, penebalan bansos melalui penambahan nilai bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah terdaftar.
Kedua, perluasan cakupan penerima bantuan dengan memasukkan masyarakat yang masuk dalam kategori rentan miskin berdasarkan data reguler pemerintah.
“Kami siap menyesuaikan skema bantuan sosial sesuai arahan Presiden agar program ini benar-benar efektif menjaga daya beli masyarakat,” katanya dilansir Antara.
Kemensos memastikan kebijakan bansos akan tetap berbasis data dan diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah dinamika harga energi.













