Kriminal

Kronologi Penemuan Mayat di Freezer Ayam Geprek, Polisi Tangkap Pelaku

×

Kronologi Penemuan Mayat di Freezer Ayam Geprek, Polisi Tangkap Pelaku

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Tewas/Hibata.id
Ilustrasi Tewas/Hibata.id

Hibata.id – Suasana Perumahan Mega Regency, Kabupaten Bekasi, mendadak mencekam. Warga dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria di dalam freezer kios ayam geprek, Sabtu (28/3). Polisi bergerak cepat dan telah menangkap dua orang terduga pelaku.

Peristiwa itu bermula dari langkah sederhana: mengecek kios yang ditinggal mudik.

Pemilik kios berinisial AL datang untuk memastikan kondisi tempat usahanya. Namun, apa yang ia temukan justru di luar dugaan.

“Saya datang untuk mengecek kios karena karyawan mudik. Saat mengintip dari celah, terlihat mencurigakan. Ketika dibuka, ternyata ada jasad terbungkus kain dan plastik di dalam freezer,” ujar AL, Ahad (29/3).

Korban diketahui bernama Bedul (45), pekerja lepas yang juga membantu menjaga area ruko. Penemuan itu langsung membuat suasana sekitar berubah tegang.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pelaku Penjual HP Daur Ulang di Gorontalo

AL segera memberi tahu warga dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Tak lama, petugas dari Polsek Serang Baru dan Polres Metro Bekasi tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Namun, kejanggalan tidak berhenti di situ.

Dua sepeda motor operasional kios dilaporkan hilang. Sementara itu, dua karyawan tetap justru tidak bisa dihubungi sejak sehari sebelumnya.

“Saya tidak tahu posisi mereka. Telepon tidak aktif dan pesan WhatsApp hanya centang satu,” kata AL.

Pengungkapan Kasus

Penyelidikan polisi bergerak cepat. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial DS alias A dan S.

“Dua orang pelaku sudah kami amankan, inisial DS alias A dan S,” ujar Kasubdit Jatanras AKBP Abdul Rahim, Senin.

Baca Juga:  Polisi Berhasil Amankan Puluhan Liter Miras di Bone Bolango

Keduanya diketahui merupakan rekan kerja korban sendiri.

Motif di Balik Pembunuhan

Polisi mengungkap, kasus ini berawal dari ajakan melakukan kejahatan.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan, korban sempat diajak untuk melakukan aksi kriminal, namun menolak.

“Korban diajak melakukan kejahatan, namun menolak. Hal itu memicu tindakan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal,” kata Iman.

Awalnya, pelaku berencana mengambil mobil milik majikan. Namun karena pengamanan dianggap ketat, target beralih ke sepeda motor.

Penolakan korban diduga menjadi pemicu utama aksi kekerasan tersebut.

Petugas mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kaitan dengan kendaraan yang hilang.

Baca Juga:  Satu Tahun, 120 Unit Handphone Daur Ulang Berhasil Terjual di Gorontalo

Kesedihan Warga

Di mata warga, Bedul bukan sekadar pekerja.

Ia dikenal ramah, mudah bergaul, dan kerap berbincang dengan orang sekitar.

“Orangnya baik, sering berbincang dengan warga dan pedagang,” ujar Ali, pedagang di sekitar lokasi.

Kenangan terakhir juga datang dari Elin (42), yang masih melihat korban pada malam takbiran.

“Masih terlihat beraktivitas seperti biasa, tidak ada tanda apa pun,” katanya.

Kini, dua pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Polisi terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan memastikan seluruh fakta terungkap.

 

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel