Kriminal

Drama di PETI Hulawa: Niat Musyawarah, Sopir Malah Jadi Korban Pengeroyokan

×

Drama di PETI Hulawa: Niat Musyawarah, Sopir Malah Jadi Korban Pengeroyokan

Sebarkan artikel ini
Tim medis menangani korban penganiayaan di RS Bumi Panua Pohuwato, Kabupaten Pohuwato/Hibata.id
Tim medis menangani korban penganiayaan di RS Bumi Panua Pohuwato, Kabupaten Pohuwato/Hibata.id

Hibata.id – Niat hati ingin menyelesaikan masalah lewat musyawarah, apa daya nasib berkata lain.

Seorang sopir di Kabupaten Pohuwato justru pulang dengan luka setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Hulawa.

Peristiwa yang bisa dibilang drama di lapangan tambang ilegal ini terjadi di area DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

Korban, Arifin Inombi (58), datang dengan harapan sederhana, duduk baik-baik, bicara pelan-pelan, masalah selesai.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya—adegan berubah dari forum musyawarah menjadi aksi laga yang tak diundang.

Sekitar pukul 13.00 WITA, Arifin tiba di lokasi dan bertemu dengan sejumlah pihak, termasuk seorang pria berinisial S.

Suasana awalnya masih terbilang normal, meski mungkin sudah ada “bara kecil” yang siap menyala.

Benar saja, tak lama kemudian, salah satu anak dari S membuka babak pertama dengan teguran bernada tinggi.

Baca Juga:  Gunakan Uang Palsu, Remaja Asal Paguyaman Pantai Ditangkap Polisi

Korban yang mencoba meredam situasi bahkan sudah minta maaf—langkah yang biasanya cukup ampuh di banyak tempat.

Alih-alih mereda, situasi justru naik level. Korban tiba-tiba diserang—tendangan melayang ke wajah, dada, hingga rusuk.

Seolah belum cukup, empat orang lainnya ikut bergabung, membuat situasi berubah seperti pertandingan tanpa wasit.

Yang bikin geleng kepala, beberapa pelaku disebut membawa senjata tajam. Bahkan, ada yang sempat mencoba menusuk korban, meski tidak mengenai sasaran.

Di tengah kekacauan itu, korban juga tidak bisa leluasa bergerak karena diduga sempat dipeluk oleh seorang perempuan.

Bukannya membantu kabur, kondisi itu justru membuat korban seperti terkunci di tempat, sementara pukulan demi pukulan terus datang.

Mulai dari tangan kosong, batu, hingga benda tajam, semuanya turun tangan. Kalau ini film, mungkin sudah masuk kategori aksi laga. Sayangnya, ini kejadian nyata.

Baca Juga:  Insiden Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan, Polri Diminta Transparan

Setelah para pelaku pergi, korban yang sudah dalam kondisi luka berusaha menyelamatkan diri.

Dengan sisa tenaga, ia menuju pondok terdekat sebelum akhirnya dibantu warga ke parkiran ojek.

Dari situ, korban dibawa ke Polres Pohuwato—bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk mencari perlindungan dan keadilan.

Setibanya di Polres, petugas langsung mengarahkan korban ke Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan luka robek di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan kiri, tangan kanan, dan bagian belakang tubuh.

Korban kini masih menjalani perawatan dan berharap kasus yang dialaminya diproses sesuai hukum.

Pihak Polres Pohuwato bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Namun, identitas lengkap para pelaku masih menjadi pekerjaan rumah.

Baca Juga:  Gunakan Kunci Duplikat, Pegawai Hotel di Gorontalo Curi Uang WNA

Humas Polres Pohuwato, Dersi Akim, menegaskan bahwa informasi yang beredar saat ini masih bersifat sementara.

“Ini masih informasi awal. Identitas pelaku masih dalam pengembangan karena korban hanya mengenali wajah, belum mengetahui nama lengkap,” ujarnya.

Tambang ilegal, konflik tak pernah selesai

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa kawasan PETI Hulawa bukan hanya soal tambang, tetapi juga menyimpan potensi konflik yang tak kalah dalam.

Dari niat musyawarah yang berubah jadi keributan, hingga aksi pengeroyokan yang nyaris seperti adegan film, semuanya menjadi potret nyata di lapangan.

Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut, memburu identitas para pelaku, dan mencoba mengungkap motif di balik kejadian yang—meski terasa “dramatis”—tetap menyisakan luka serius bagi korban.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel