Hibata.id, Bolmut – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolaang Mongondow Utara mencatat 12.062 pasien sepanjang 2025.
Angka ini tidak hanya menggambarkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan, tetapi juga mengindikasikan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan daerah.
Direktur RSUD Bolmut, drg. Firlia Mokoagow, menilai capaian tersebut sebagai hasil dari upaya berkelanjutan dalam memperbaiki kualitas layanan, meski di sisi lain rumah sakit masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi sarana prasarana maupun kompetensi tenaga medis,” ucap Firlia kepada awak media ini, Minggu (19/4/2026).
Dari total layanan yang diberikan, rawat jalan menjadi tulang punggung dengan 7.475 pasien. Sementara itu, layanan rawat inap mencatat 1.904 pasien, Unit Gawat Darurat (UGD) 2.191 pasien, dan IRDO sebanyak 492 pasien.
Komposisi ini memperlihatkan bahwa kebutuhan layanan dasar masih mendominasi, namun tekanan pada layanan kegawatdaruratan juga tetap tinggi.
Di sisi lain, RSUD Bolmut mencatat 218 tindakan operasi dan 417 rujukan pasien ke luar daerah, seperti ke Provinsi Gorontalo, Kota Manado, dan Kotamobagu.
Tingginya angka rujukan ini menjadi sinyal bahwa sebagian layanan spesialistik masih perlu diperkuat di tingkat daerah.
“Untuk rawat jalan 7475 pasien,rawat inap 1904 pasien,UGD 2191 pasien dan IRDO 492 pasien,”bebernya.
Peningkatan kunjungan pasien disebut turut didorong oleh kebijakan pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan.
RSUD juga melakukan pembenahan internal, mulai dari peningkatan kapasitas ruang perawatan hingga penguatan sistem rujukan.
Namun, di balik capaian tersebut, persoalan klasik belum sepenuhnya teratasi. Keterbatasan sarana, terutama ambulans, masih menjadi kendala dalam menunjang layanan rujukan yang optimal.
“Dalam hal pelayanan rujukan, ambulance yang ada kurang memadai untuk melayani. Butuh ambulance baru dan anggaran operasional,”ungkapnya.
Kondisi ini menuntut respons cepat dari pemerintah daerah, mengingat mobilitas pasien rujukan menjadi faktor krusial dalam penanganan kasus yang membutuhkan layanan lanjutan.
Direktur RSUD berharap dukungan anggaran dapat segera direalisasikan agar peningkatan kualitas layanan tidak terhambat oleh keterbatasan teknis di lapangan.
“Pada dasarnya RSUD sudah cukup berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas, guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara,”pungkasnya.
Capaian RSUD Bolmut sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Namun, tanpa penguatan sarana penunjang dan layanan spesialistik, lonjakan kebutuhan layanan berpotensi menjadi beban baru bagi sistem kesehatan daerah.













