Kota Gorontalo

Lahan Sempit Jadi Tantangan, Pemkot Gorontalo Kebut Pembangunan Koperasi Merah Putih

×

Lahan Sempit Jadi Tantangan, Pemkot Gorontalo Kebut Pembangunan Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Gorontalo mulai mematangkan persiapan pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program strategis nasional (PSN) 2025–2030. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Pemerintah Kota Gorontalo mulai mematangkan persiapan pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program strategis nasional (PSN) 2025–2030. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo mulai mematangkan persiapan pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program strategis nasional (PSN) 2025–2030. Fokus utama saat ini tertuju pada penentuan lokasi pembangunan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, Rabu, 13 Mei 2026. Rapat itu turut dihadiri unsur pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait.

Dalam forum tersebut, Ismail menegaskan koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna mempercepat realisasi program Koperasi Merah Putih. Pemerintah kota bahkan telah melakukan pembahasan lanjutan bersama Kodim terkait kesiapan lokasi pembangunan.

Baca Juga:  Korban Kebakaran di Leato Selatan Terima Bantuan Kebutuhan Mendesak

“Kami membicarakan terkait dengan Koperasi Merah Putih. Dan insyaallah hari ini kita bertemu dengan camat dan lurah terkait keberadaan bakal lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih ini,” kata Ismail.

Menurut dia, Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berjalan beriringan dengan agenda nasional lainnya, seperti digitalisasi pelayanan publik dan penanganan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga:  Pelaku yang Naikan Tarif Parkir Pasar Senggol Telah di Proses Hukum

Namun, implementasi program di wilayah perkotaan dinilai tidak mudah. Persoalan utama terletak pada keterbatasan lahan yang dimiliki Kota Gorontalo.

“Persoalan di daerah perkotaan ini memang pada lahan. Kota Gorontalo luas wilayahnya sangat kecil, bahkan tidak sampai satu persen dari luas Provinsi Gorontalo,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, sebagian wilayah Kota Gorontalo juga tidak dapat dimanfaatkan untuk pembangunan karena kondisi geografis, seperti kawasan perbukitan dan area tertentu lainnya. Padahal, pembangunan Koperasi Merah Putih membutuhkan lahan minimal sekitar 600 meter persegi.

Baca Juga:  Sekda Ismail Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas Dinas Pangan

Karena itu, Pemerintah Kota Gorontalo kini terus melakukan pemetaan dan penjajakan terhadap sejumlah lokasi potensial. Langkah tersebut ditempuh agar program strategis nasional itu tetap dapat berjalan optimal meski terkendala keterbatasan ruang di wilayah perkotaan.

“Saya minta jajaran kecamatan dan kelurahan aktif berkoordinasi dalam mengidentifikasi lokasi potensial yang dapat digunakan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Gorontalo,” kata Ismail.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel