Bone Bolango

Warga Cemas, Penyebab Ikan Mati di Sungai Bone Masih Menunggu Hasil Lab

×

Warga Cemas, Penyebab Ikan Mati di Sungai Bone Masih Menunggu Hasil Lab

Sebarkan artikel ini
Pemkab Bone Bolango menyelidiki penyebab kematian ikan di sejumlah titik Sungai Bone. Warga diminta tidak mengonsumsi air sungai sementara waktu hingga hasil uji laboratorium diumumkan/Hibata.id
Pemkab Bone Bolango menyelidiki penyebab kematian ikan di sejumlah titik Sungai Bone. Warga diminta tidak mengonsumsi air sungai sementara waktu hingga hasil uji laboratorium diumumkan/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango Misteri kematian ikan di sejumlah titik di Sungai Bone memicu perhatian serius pemerintah daerah.

Di tengah keresahan warga, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memilih menunggu hasil uji laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut.

Sekretaris Daerah Bone Bolango Iwan Mustapa bersama tim terpadu turun langsung ke lokasi pada Rabu untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan awal berjalan.

Temuan ikan mati di aliran Sungai Bone memunculkan pertanyaan publik. Pasalnya, sungai ini bukan sekadar bentang alam yang melintasi Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo, tetapi juga menjadi sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Mardiono Kunjungi Bone Bolango, Serahkan Bantuan Benih dan Pupuk untuk Petani

Karena itu, kehati-hatian pemerintah dalam menyampaikan penyebab kejadian dinilai penting, namun kecepatan penanganan juga menjadi kebutuhan mendesak.

Iwan mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Balai Karantina Perikanan untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel air dan ikan.

“Kita tunggu hasil uji laboratorium untuk memberi informasi yang akurat kepada masyarakat. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya bukan hanya dirasakan warga di sekitar bantaran sungai, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan aliran Sungai Bone,” kata Iwan.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, pemerintah mulai mengambil langkah mitigasi. Tim telah mengumpulkan sampel dari sejumlah titik yang diduga terdampak untuk diteliti lebih lanjut.

Baca Juga:  Hardiknas di Bone Bolango, Pendidikan dan Gaya Hidup Sehat Berpadu

Pemkab juga menginstruksikan camat serta kepala desa di wilayah bantaran Sungai Bone untuk memantau perkembangan di lapangan dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

Untuk sementara, warga diminta tidak menggunakan air Sungai Bone sebagai sumber air minum hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Langkah ini menunjukkan pemerintah belum ingin berspekulasi. Namun di sisi lain, muncul harapan agar hasil investigasi dapat segera diumumkan agar keresahan warga tidak berlarut.

Sebab, ketika kematian ikan terjadi di sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, pertanyaan yang muncul bukan hanya soal penyebab, tetapi juga soal sejauh mana potensi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.

Baca Juga:  Udin Kuku Pimpin Apel Pembukaan TKA SD 2026 di Bone Bolango

“Kita perlu memastikan penyebabnya terlebih dahulu. Setelah itu pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan. Mudah-mudahan semuanya tetap aman,” ujar Iwan.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai apakah fenomena tersebut berkaitan dengan perubahan kualitas air, limbah, atau faktor lingkungan lainnya. Pemeriksaan laboratorium diharapkan memberi jawaban yang jelas atas kekhawatiran masyarakat.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel