Hibata.id, Boalemo – Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali membuka kegiatan pembinaan dan pemetaan sarana, prasarana, serta alat kesehatan (alkes) untuk Puskesmas, Pustu, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tingkat Kabupaten Boalemo 2026 di Cabana Resort Bolihutuo.
Dalam sambutannya, Lahmudin menegaskan pentingnya akurasi data dalam Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) sebagai landasan penyusunan kebijakan sektor kesehatan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Ia menjelaskan ASPAK merupakan sistem berbasis web yang menghimpun data fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari sarana, prasarana hingga alat kesehatan.
Data tersebut menjadi rujukan dalam penyusunan kebutuhan fasilitas kesehatan, pemenuhan standar layanan, pengurusan izin operasional, penetapan klasifikasi fasilitas kesehatan, hingga proses akreditasi.
“Data yang diinput dalam ASPAK sangat mempengaruhi proses pengambilan kebijakan dan penganggaran sarana prasarana maupun alat kesehatan. Karena itu, data harus diisi dengan benar agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan kebijakan,” kata Lahmudin.
Menurut dia, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta, termasuk Puskesmas dan Labkesmas, wajib memenuhi standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menerapkan penggunaan ASPAK sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 31 Tahun 2018.
Lahmudin meminta seluruh pengelola fasilitas kesehatan rutin memperbarui data ASPAK sedikitnya dua kali dalam setahun. Ia juga menekankan pentingnya verifikasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo agar data yang tercatat sesuai dengan kondisi lapangan.
Ia menyebut validasi data ASPAK menjadi salah satu syarat penting dalam pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan, sehingga pembaruan data harus menjadi perhatian seluruh pengelola fasilitas kesehatan.
“Validasi ASPAK menjadi salah satu syarat pengajuan Dana Alokasi Khusus bidang kesehatan. Karena itu kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap materi pembinaan secara serius agar memahami tata kelola aplikasi dan mampu melakukan pembaruan data secara tepat, konsisten, dan berkelanjutan.
Selain pembaruan data, Lahmudin juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan agar tetap berfungsi optimal serta memiliki masa manfaat yang lebih panjang.
Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, ia meminta pengawasan dan pembinaan terhadap pembaruan data ASPAK dilakukan secara berkelanjutan, khususnya saat terjadi perubahan kondisi fasilitas, penambahan, maupun penghapusan data.
“Setiap perubahan data harus segera diperbarui agar sistem informasi kesehatan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Di akhir kegiatan, Lahmudin secara resmi membuka pembinaan dan pemetaan sarana, prasarana, serta alat kesehatan 2026 dengan harapan kegiatan tersebut dapat memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Boalemo.













