Bolmut

Warga Bolmut Keluhkan BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Botol

×

Warga Bolmut Keluhkan BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Botol

Sebarkan artikel ini
Warga Bolmut Keluhkan BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Botol/Hibata.id
Warga Bolmut Keluhkan BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Botol/Hibata.id

Hibata.id, Bolmut Mencari Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) belakangan ini tak ubahnya seperti berburu barang langka.

Kalaupun berhasil ditemukan, harganya membuat sebagian warga harus berpikir dua kali sebelum membeli.

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di sejumlah kecamatan mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite, Pertamax, hingga Solar.

Kondisi tersebut membuat warga harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

Tak sedikit pula yang harus mengantre lebih lama. Namun setelah berhasil menemukan BBM, tantangan berikutnya adalah harga yang terus merangkak naik di tingkat pengecer.

Keluhan warga pun bermunculan. Sebab, BBM menjadi kebutuhan penting yang menunjang berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari nelayan yang melaut, petani yang bekerja di kebun, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk mencari nafkah.

Baca Juga:  Berpolemik, Warga Pertanyakan Legalitas Lahan Gerai KDMP di Bintauna

“Kalau ada BBM, harganya mahal. Kalau harganya normal, sering kali stoknya tidak ada. Masyarakat yang akhirnya merasakan dampaknya,” ujar salah seorang warga Kecamatan Bintauna, Selasa (2/6/2026).

Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka meminta adanya langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM kembali lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Selain menjamin pasokan, warga juga meminta pengawasan distribusi diperketat guna mencegah potensi penyalahgunaan maupun praktik yang dapat mengganggu ketersediaan BBM di lapangan.

Baca Juga:  Ranperda Tambang Rakyat Diusulkan, Penambang Bolmut Punya Harapan

“Kami berharap pemerintah tidak hanya melihat kondisi ini dari jauh, tetapi benar-benar turun tangan mencari solusi agar masyarakat tidak terus kesulitan mendapatkan BBM,” kata warga lainnya.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Jika pasokan BBM terus terbatas, dampaknya bisa menjalar ke berbagai sektor.

Aktivitas ekonomi berpotensi melambat karena hampir seluruh usaha masyarakat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Sementara itu, harga BBM di tingkat pengecer terus menunjukkan tren kenaikan. Di Kecamatan Bolangitang Timur, harga Pertalite dan Pertamax di sejumlah titik penjualan sudah berada pada kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per botol.

Baca Juga:  Bangunan Berdiri, Aktivitas Nihil: Pasar Bintauna Terbengkalai Bak Rumah Angker

Sedangkan di Kecamatan Bintauna, harga BBM dilaporkan mencapai Rp17.000 per botol ukuran besar bekas minuman ringan dan sekitar Rp27.000 per botol ukuran besar bekas air mineral.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menemukan solusi agar pasokan BBM kembali normal, harga tetap terkendali, dan aktivitas masyarakat tidak ikut tersendat hanya karena sulit mendapatkan bahan bakar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab terbatasnya pasokan BBM maupun langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi kondisi tersebut.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel