Hibata.id, Bolmut – Tuberkulosis (TBC) masih belum “kehabisan napas”. Hingga 30 Juni 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mencatat 103 kasus TBC.
Dengan jumlah ini, Kecamatan Bolangitang Barat menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 33 kasus.
Meski angkanya cukup tinggi, Dinas Kesehatan menegaskan data tersebut bukan berarti penyebaran penyakit meningkat tanpa kendali.
Sebaliknya, banyaknya kasus yang ditemukan menunjukkan skrining aktif di lapangan berjalan lebih efektif sehingga pasien bisa segera mendapatkan pengobatan.
“Semakin banyak kasus ditemukan melalui pemeriksaan, semakin cepat pasien diobati hingga sembuh. Itu juga membantu memutus rantai penularan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bolmut, Sofian Mokoginta, saat dihubungi, Jumat (10/7/2026).
Dinas Kesehatan terus menggerakkan puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan deteksi dini sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak menganggap batuk berkepanjangan sebagai masalah sepele.
Sofian mengingatkan, batuk yang berlangsung dua minggu atau lebih bukan saatnya mencari ramuan dari tetangga atau berharap sembuh sendiri.
Langkah paling tepat adalah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, apalagi jika disertai demam, keringat malam, berat badan menurun, atau batuk berdahak.
Kabar baiknya, pemeriksaan dan pengobatan TBC di fasilitas kesehatan pemerintah tersedia secara gratis sehingga masyarakat tidak perlu menunda pemeriksaan karena alasan biaya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, persebaran kasus TBC di Bolmut hingga akhir Juni 2026 meliputi Kecamatan Bolangitang Barat 33 kasus, Bolangitang Timur 22 kasus, Kaidipang 16 kasus, Pinogaluman 13 kasus, Bintauna 12 kasus, dan Sangkub tujuh kasus.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat dapat mempercepat upaya eliminasi TBC sehingga jumlah penularan terus menurun setiap tahunnya.












